Pancasila Mengandung Nilai-Nilai Agama, Bisa Jadi Vaksin Menangkal Radikalisme-Terorisme

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 27 Juni 2020 16:52 WIB
KH Khariri Makmun (BNPT)
Share :

Menurut Direktur Halal Care Indonesia ini, hal tersebut tentunya berbeda dengan kalangan aswaja yang mencari dari kitab-kitab kuning dulu. Karena hal itu adalah hasil dari pendapat ulama yang dianggap lebih kredibel dan punya kemampuan.

“Makanya kita runut, jadi pendapat ulama dalam hal ini apa? Kalau tidak ketemu baru kita ke Alquran dan hadist. Tapi tahapannya dari pendapat ulama dulu, kalau sudah ketemu disana, ya kita akan lebih cenderung mengambil pendapat ulama terdahulu yang kredibilitas keilmuannya melibihi kita,” ucapnya.

Pria yang meraih gelar Master dari Universitas Ulum Islamiyah Wal Arabiyah Damaskus, Syria ini pun menyampaikan bahwa perlunya moderasi beragama untuk memberi ruang kepada orang lain yang berbeda agama atau berbeda paham dengan kita.

“Dengan berpikir moderat, kita akan memberi ruang kepada orang lain untuk berbeda dengan kita. Kalau mereka yang radikal itu dia tidak memberi ruang bagi orang lain untuk berbeda dengan dia. Sehingga siapapun yang berbeda dengan dia dianggap sesat,” ujarnya

Oleh karena itu pria yang juga menjadi Direktur Rahmi (Rahmatan Lil Alamin) Center ini juga mendorong lepada pemerintah untuk terus mengerahkan upaya lebih dalam mencegah penyebaran paham radikal terorisme ditengah kemajuan teknologi.

“Untuk mencegah penyebaran paham radikal terorisme, saya kira Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) perlu untuk mengawasi pergerakan kelompok radikal di media online. Karena sekarang dengan adanya aplikasi seperti zoom, mereka bisa saja membuat kelas-kelas online untuk menyebarkan pemahaman mereka dan saya kira itu perlu diwaspadai juga oleh BNPT,” ucapnya.

Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo ini pun mengatakan bahwa dulu mereka atau kelompok-kelompok tersebut belajar lewat internet masih sendiri melalui google, kalau sekarang sudah pakai guru melalui kelas online.

“Kalau pertama kan mereka masih baca sendiri, di doktrin melalui tulisan, nah kalau sekarang di doktrin melalui pengajaran dan itu jarak jauh, itu tentunya selangakah lebih maju. Jadi perlu kita waspadai muculnya generasi kelompok radikal yang hasil dari didikan doktrinasi jarak jauh melalui kelas online itu,” ujarnya mengakhiri.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya