Nabi Ibrahim menyadari bahwa ini merupakan rezeki dari Allah Ta'ala. Ia yakin bahwa segala keajaiban ini ialah atas izin dan kehendak Allah yang mampu merubah setumpuk pasir berdebu menjadi bahan makanan yang begitu baik dan layak dimakan.
Kisah Nabi Ibrahim dan Raja Namrud ini diabadikan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 258 yang artinya:
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, ‘Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan,’ orang itu berkata, 'Saya dapat menghidupkan dan mematikan.’ Ibrahim berkata: 'Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur maka terbitkanlah dia dari barat,' lalu terdiamlah orang kafir itu dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim,” (QS. Al-Baqarah: 258).
(Rizka Diputra)