Kisah Pasir yang Dibawa Nabi Ibrahim Berubah Jadi Makanan

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis
Rabu 08 Juli 2020 19:27 WIB
Ilustrasi (Foto: Pexels)
Share :

PERJALANAN hidup Nabi Ibrahim 'Alaihissalam begitu lekat dengan tokoh raja di Babylonia yang terkenal akan keangkuhannya, yakni Raja Namrud.

Namrud memilik kekayaan yang luar biasa, istana tinggi pencakar langit, bala tentara yang banyak, serta cadangan makanan yang melimpah.

Pada masanya, Namrud ialah seorang raja yang cerdas dan unggul dalam segala hal, karenanya, hal tersebut nyatanya membuat dirinya bersikap sombong, bahkan mengaku sebagai Tuhan.

Abdur Razzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Zaid ibnu Aslam, bahwa kekayaan Raja Namrud melimpah dan tak jarang menjadikan orang-orang mendatanginya untuk meminta perbekalan makanan.

Tak terkecuali Nabi Ibrahim beserta kawanannya yang turut datang untuk menghampiri raja penguasa Babylonia itu guna meminta perbekalan makanan kepadanya.

Setiap orang yang datang ke sana akan ditanya, “Siapakah Tuhanmu?” maka semua orang mayoritas akan menjawab bahwa Namrud-lah Tuhan mereka, dan diberilah perbekalan makanan dari sang raja kepada orang-orang itu. Namun tidak dengan Nabi Ibrahim.

Baca juga: 3 Amalan yang Membuat Muslimin Bebas Memilih Pintu Surga

Ketika ditanyakan pertanyaan serupa, ia dengan tegas menjawab, “Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang mampu menerbitkan matahari dari timur, atau jika tiba saatnya untuk diterbitkan dari barat,” sanggah Nabi Ibrahim seraya menerangkan betapa besar kekuasaan Allah, Tuhan Semesta Alam.

Mendengar jawaban itu, Namrud terdiam lalu mengusir Nabi Ibrahim tanpa memberikannya makanan sedikitpun. Nabi Ibrahim pulang dengan tangan kosong. Di perjalanan pulang, beliau melewati sebuah bukit pasir yang berdebu.

Maka, ia kemudian berkeputusan untuk mengambil setumpuk pasir berdebu itu untuk dibawa pulang kepada keluarganya, agar dapat menghibur hati mereka.

Sesampainya di rumah, Nabi Ibrahim langsung meletakkan barang bawaannya dan langsung beristirahat. Keesokan harinya, sang istri, Siti Sarah pun terbangun, dan langsung melihat apa yang dibawa pulang oleh suaminya.

Ia pun bergegas mengolah bahan-bahan tersebut menjadi sebuah santapan lezat yang disuguhkan kepada suaminya. Tentu saja Nabi Ibrahim tertegun melihatnya, ia keheranan dari mana sang istri mendapati semua bahan makanan ini. Ia pun tak sabar mendengar jawaban sang istri.

“Dari manakah engkau mendapatkan makanan ini?”, tanyanya. Lalu, sang istri menjawab seketika, “Kudapatkan dari bungkusan yang kau bawa pulang kemarin.”

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya