AKTIVITAS jual-beli bisa dilakukan kapan saja. Tapi sebaiknya tidak sampai melalaikan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Seperti pada hari Jumat, hendaknya seorang Muslim meninggalkan jual-beli ketika panggilan Sholat Jumat telah datang.
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman. Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Jumu'ah: 9)
Baca juga: 5 Cara agar Tidak Tertidur ketika Khotbah Jumat
Mengutip dari Muslim.or.id, Jumat (10/7/2020), ayat ini dengan jelas melarang jual-beli ketika Sholat Jumat bagi orang yang diwajibkan menunaikannya.
As Sa'di dalam Tafsir-nya menerangkan:
أي: اتركوا البيع، إذا نودي للصلاة، وامضوا إليها
Artinya: "Maksudnya tinggalkan jual-beli ketika azan dikumandangkan, dan hendaknya pergi menuju sholat." (Taisir Karimirrahman, 825)
Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan:
اتفق العلماء رضي الله عنهم على تحريم البيع بعد النداء الثاني
Artinya: "Para ulama radhiallahu anhum bersepakat haramnya jual-beli setelah azan yang kedua."
Baca juga: Simak Adab-Adab saat Menyimak Khotbah Jumat