Hal ini jika berpegang pada pendapat bahwa azan Sholat Jumat boleh dua kali. Adapun jika azan Jumat hanya sekali maka ketika azan itu dikumandangkan maka sudah tidak boleh berjual-beli.
Baca juga: Jumat Pagi Awali dengan Baca Surah Al Kahfi, Keutamaannya Sangat Besar
Ibnu Qudamah mengatakan:
والنداء الذي كان على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم هو النداء عَقِيْب جلوس الإمام على المنبر ، فتعلق الحكم به دون غيره . ولا فرق بين أن يكون ذلك قبل الزوال أو بعده
Artinya: "Azan (Sholat Jumat) yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam hanyalah azan setelah imam duduk di mimbar. Maka larangan jual-beli ini dikaitkan pada azan tersebut bukan azan yang lainnya. Dan tidak ada bedanya apakah itu sebelum zawal ataukah sesudah zawal." (Al Mughni, 2/145).
Ringkasnya, ketika imam sudah naik mimbar lalu setelah itu azan dikumandangakan maka berlakulah larangan jual-beli di saat itu juga.
Wallahu a'lam.
Baca juga: Gaya Hidup Sehat ala Rasulullah agar Terhindar dari Penyakit
(Hantoro)