Hukum Jual-Beli ketika Waktu Sholat Jumat Tiba

, Jurnalis
Jum'at 10 Juli 2020 13:45 WIB
Ilustrasi jual-beli. (Foto: Dok Okezone/Arif Julianto)
Share :

AKTIVITAS jual-beli bisa dilakukan kapan saja. Tapi sebaiknya tidak sampai melalaikan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Seperti pada hari Jumat, hendaknya seorang Muslim meninggalkan jual-beli ketika panggilan Sholat Jumat telah datang.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman. Apabila telah diseru untuk melaksanakan sholat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual-beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS Al-Jumu'ah: 9)

Baca juga: 5 Cara agar Tidak Tertidur ketika Khotbah Jumat 

Mengutip dari Muslim.or.id, Jumat (10/7/2020), ayat ini dengan jelas melarang jual-beli ketika Sholat Jumat bagi orang yang diwajibkan menunaikannya.

As Sa'di dalam Tafsir-nya menerangkan:

أي: اتركوا البيع، إذا نودي للصلاة، وامضوا إليها

Artinya: "Maksudnya tinggalkan jual-beli ketika azan dikumandangkan, dan hendaknya pergi menuju sholat." (Taisir Karimirrahman, 825)

Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan:

اتفق العلماء رضي الله عنهم على تحريم البيع بعد النداء الثاني

Artinya: "Para ulama radhiallahu anhum bersepakat haramnya jual-beli setelah azan yang kedua."

Baca juga: Simak Adab-Adab saat Menyimak Khotbah Jumat 

Hal ini jika berpegang pada pendapat bahwa azan Sholat Jumat boleh dua kali. Adapun jika azan Jumat hanya sekali maka ketika azan itu dikumandangkan maka sudah tidak boleh berjual-beli.

Baca juga: Jumat Pagi Awali dengan Baca Surah Al Kahfi, Keutamaannya Sangat Besar 

Ibnu Qudamah mengatakan:

والنداء الذي كان على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم هو النداء عَقِيْب جلوس الإمام على المنبر ، فتعلق الحكم به دون غيره . ولا فرق بين أن يكون ذلك قبل الزوال أو بعده

Artinya: "Azan (Sholat Jumat) yang ada di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam hanyalah azan setelah imam duduk di mimbar. Maka larangan jual-beli ini dikaitkan pada azan tersebut bukan azan yang lainnya. Dan tidak ada bedanya apakah itu sebelum zawal ataukah sesudah zawal." (Al Mughni, 2/145).

Ringkasnya, ketika imam sudah naik mimbar lalu setelah itu azan dikumandangakan maka berlakulah larangan jual-beli di saat itu juga.

Wallahu a'lam.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat ala Rasulullah agar Terhindar dari Penyakit 

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Muslim lainnya