UMAT Islam di seluruh dunia baru saja melalui tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah. Momen pergantian tahun dalam kalender Islam itu bertepatan dengan Rabu 19 Agustus 2020 Masehi.
Banyak amalan yang bisa dilakukan pada bulan Muharram. Pasalnya, Muharram termasuk dari empat bulan haram atau suci. Muharram juga disebut sebagai Syahrullah atau bulan Allah Subhanahu wa ta'ala.
"Banyak juga amalan istimewa yang bisa dilakukan, seperti Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin kepada Okezone belum lama ini.
Baca juga: Baca Ini, Rasulullah Jamin Doamu Diijabah Allah Ta'ala
Lalu apa itu Puasa Asyura?
Asyura adalah hari ke-10 pada bulan Muharram. Hari tersebut sangat populer di kalangan umat Islam. Di mana waktu itu merupakan hari berkabung karena kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam, yang wafat saat pertempuran Karbala tahun 61 Hijriah (680 Masehi).
Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam bersabda:
صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا فِيهِ الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْماً أَوْ بَعْدَهُ يَوْماً
"Lakukanlah Puasa Asyura, dan jangan sama dengan Yahudi. Karena itu, lakukanlah puasa sehari sebelumnya dan sehari setelahnya." (HR Ahmad nomor 2191 dan Baihaqi dalam Al-Kubro nomor 8189)
Baca juga: Tahun Baru Islam Isi dengan Spirit Hijrah Gotong Royong Hadapi Covid-19
Namun menurut tradisi Sunni, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada hari tersebut selama dua hari, karena dengan tujuan untuk menyelisihi umat Yahudi dan Nasrani.
Selain mengikuti sunah Rasul, jika melaksanakan Puasa Asyura, kaum Muslimin juga akan mendapatkan keberkahannya.