Kisah Mbah Illah, Juru Masak Para Santri Penghafal Quran

, Jurnalis
Rabu 02 September 2020 12:20 WIB
Sartillah alias Mbah Illah, juru masak Rumah Tahfidz Nurul Quran (PPPA Daarul Quran)
Share :

Mbah Illah pun berkisah ketika mau menyiapkan air minum untuk para santri. Persediaan air begitu menipis tetapi harus segera merebus air minum. Mbah Illah mengambil air di sumur yang airnya sudah menipis. “sampai di rebus ternyata airnya aneh dan warnanya tidak bisa bening, kasihan santri waktu itu,” kenang Mbah Illah.

Namun kesulitan mendapatkan air tidak memutuskan langkah Mbah Illah untuk tetap menyajikan makanan pagi para santri Nurul Qur’an Patuk. Tekadnya sudah bulat bahwa hanya keberkahan yang akan diburu selama sisa hidupnya. Kini Mbah Illah sangat bersyukur, anaknya yang terakhir juga bisa melanjutkan sekolah SMK setelah anak pertamanya hanya selesai di bangku SMP karena terkendala biaya. Keikhlasannya menjadi modal utamanya untuk melanjutkan hidup bersama keluarganya.

“Selama di Rumah Tahfidz ini cukup rasanya, saya juga bisa nyekolahin anak yang penting. Kalau dituruti ya kurang terus tapi saya bisa nyekolahin anak itu senang banget wong nggak punya apa-apa dan saya cuma buruh,” ucap Mbah Illah terus bersyukur.

Selain memasak Mbah Illah juga ikut mengaji di Rumah Tahfidz Nurul Qur’an Patuk bersama ibu-ibu lain di sekitar rumah tahfidz. Kini Mbah Illah sudah mengaji sampai jilid 4 dengan metode Qira’ati yang diajarkan.

Selain mengaji Alqur’an, setiap bakda maghrib, keseharian Mbah Illah juga dipenuhi dengan berbagai kajian di Rumah Tahfidz Nurul Qur’an. Seperti pengajian malam Rabu, pembacaan sholawat setiap malam Jum’at, dan aktivitas lainnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya