JAKARTA- Tidak ada istirahat bagi seorang mukmin sampai datangnya waktu perjumpaan dirinya dengan Allah Subhanahu Wata'ala (SWT)
Allah SWT dalam Surat Al-Hinr: 99 berfirman: "Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)."
Sementara Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, Firman-Nya :
“Dan sembahlah Rabbmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.” Lanjutkanlah ibadah dan ketaatan, yaitu merendahkan diri dan tunduk kepada Allah ta’ala hingga datangnya al-yaqin yaitu kematian, karena kubur adalah fase pertama dari alam akhirat, dengan wafatnya seseorang dan memasuki alam akhirat, maka imannya akan menjadi iman yang sebenarnya." (Taisir Karim Ar-Rahman Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di)
Baca Juga: Kata Anak Yatim Disebutkan Al-Qur'an 23 Kali, Segera Muliakan Mereka
Ustaz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc dalam pesannya dalam grup kajian Islam dikutip pada Senin (11/1/2021) menyebutkan, tidak ada istirahat bagi seorang mukmin sampai datangnya waktu perjumpaan dengan Allah. Abu Qotadah Rib’i Al Anshory menceritakan:
"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam (SAW) pernah dilewati pengiringan jenazah. Kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Ada orang yang mendapatkan kenyamanan (istirahat) dan ada pula yang orang lain menjadi nyaman (istirahat) karena ketiadaannya”.