Milad Ke-46 MUI: Berkomitmen Perbaiki Permasalahan Keumatan dan Kebangsaan

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 26 Juli 2021 11:12 WIB
Milad ke-46 MUI. (Foto: MUI)
Share :

Pertama, permasalahan Pandemi Covid-19 telah menjadi ancaman dan bahaya nyata bagi kehidupan umat dan bangsa, karena nyata telah menelan korban seluruh dunia jumlah kematian 4.134.015 dan khusus di Indonesia 38.325 kasus (20/7/21).

Kedua, permasalahan lain sedang dihadapi bangsa, mulai dari bentuk korupsi sudah menjadi tontonan publik, di mana miskin tuntunan, keteladanan, seperti maraknya narkoba, pornografi, kekerasan terhadap anak, putus sekolah, dan lain lain.

Ketiga, dampak Pandemi Covid-19 bangsa ini tengah menghadapi kesenjangan ekonomi, karena dampak Pandemi Covid-19 timbulnya masyarakat miskin baru terutama masyarakat berada di kelas bawah yang belum berpenghasilan tetap.

Baca Juga: Presiden Vladimir Putin Sebut Islam Memperkuat Kerukunan Rusia

Keempat, permasalahan umat, merasakan kekurangan kader ulama, zuama’, cendekiawan yang berkomitmen agar mampu dan terampil dalam menggerakkan kepemimpinan umat melalui lembaga dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berdampak terjadi berbagai penyimpangan moral anak-anak bangsa.

Kelima, permasalahan kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang ahli dalam bidangnya untuk lakukan pendampingan terhadap kebangkrutan moral, sehingga dalam pengamatan penulis di lapangan hampir seluruh lapas di Indonesia penuh dengan tindak pidana kriminal umum dan narkoba.

Sejumlah masalah tersebut diatas pernah kami diskusikan dengan berbagai elemen bangsa dengan kesimpulan bahwa masalah tersebut terjadi karena banyak faktor, antara lain seperti ditegaskan hadits Rasulullah yang artinya: “Dua golongan manusia, jika mereka baik, akan baik seluruh manusia, dan jika ia rusak, akan rusak seluruh manusia. Mereka adalah para ulama dan umara.” (HR Ibnu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya).

Baca Juga: Cerita Pasien Selamat dari Kritis Covid-19 dengan Obat Keajaiban Sedekah

 Dalam rangka memperingati Milad ke 46, maka melalui penguatan visi MUI berkomitmen untuk memperbaiki permasalahan keumatan dan kebangsaan dengan langkah strategis yang dapat dilakukan oleh umat dan bangsa bersama MUI antara lain:

Pertama, MUI terus berupaya meneguhkan jati dirinya sebagai “organisasi ulama waratsatul anbiya” yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal perjalanan umat Islam dan bangsa Indonesia ke depan menuju Negara yang aman, damai, dan penuh dengan lindungan dan ampunan Allah (baldatun thayyibatun warabbun ghafur).

Baca Juga: Jangan Memaksakan Diri dengan Pekerjaan Bukan Ahlinya, Pesan Nabi Muhammad: Maka Tunggulah Kehancurannya

Kedua, para ulama dan khususnya pengurus MUI terus berkomitmen berbenah diri agar memiliki ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang keagamaan dan bidang lainnya secara mendalam, sehingga dengan kapasitas keilmuan sesuai keahliannya dapat memberikan solusi terhadap kemiskinan baik kemiskinan iman maupun kemiskinan ilmu pengetahuan yang berimplikasi kepada kemiskinan struktural dan kultural.

Ketiga, dengan ilmu pengetahuannya yang mendalam disertai dengan watak kearifan, ketakwaannya, para ulama, zuama’ dan cendikiawan yang bergabung di MUI menjadi tempat bertanya dan tumpuan harapan umat dan bangsa dalam berbagai bidang kehidupan. Hal ini sejalan dengan QS Asy- Syu’ara [26] ayat 197 dan QS Fathir (35) ayat 28. Para ulama harus memberi contoh untuk terus-menerus belajar sebagaimana para ulama salafus shalih terdahulu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya