Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang kisah Ashabul Kahfi melalui ayat ke-10. Mufasir Ibnu Katsir mengatakan bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa para pemuda lebih mudah beriman daripada orang-orang tua lainnya. Sebab, anak-anak muda belum terikat dengan apa pun dan masih ingin mempelajari hal-hal baru. Oleh karena itu, mereka lebih mudah beriman.
"Ibnu Katsir menyebutkan bahwa para pemuda lebih mudah diberikan keimanan dibandingkan orang-orang tua yang sudah mendarah daging dalam kesyirikan sulit untuk mengubah tradisi mereka, berbeda dengan para pemuda yang tidak terikat sesuatu malah ingin mengetahui hal-hal baru. Oleh karena itu, orang yang mudah beriman adalah anak-anak muda," terang Ustadz Firanda.
Baca juga: Ada 4 Kisah Tertulis dalam Surah Al Kahfi, Apa Maknanya?
Dia memberikan beberapa contoh pemuda yang beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, di antaranya Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqash, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan lainnya. Sementara orang-orang tua yang lebih senior dari Nabi Muhammad, justru tidak beriman karena kesyirikan sudah mendarah daging dalam diri mereka, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Walid bin al-Mughirah, dan lainnya.
Selain itu, Allah Subhanahu wa ta'ala juga menyampaikan bahwa terdapat 7 pemuda dengan seekor anjing pergi ke gua untuk berlindung dari kaum kafir, lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."
Baca juga: Cerita Mualaf Cantik Anak Tentara Amerika: Baca Alquran seperti Menerima Surat dari Allah Ta'ala