DOA akhir tahun dan awal tahun selalu dibahas setiap Muslim menjelang pergantian tahun. Tapi apakah sebenarnya ada tuntunannya dalam ajaran agama Islam? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
Sebagaimana dikutip dari laman Rumaysho, Jumat (31/12/2021), Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MSc menjelaskan bahwa sebagian ulama mengatakan tidak ada tuntunan mengenai doa akhir tahun dan awal tahun baru.
Baca juga: Berdoalah di Akhir Waktu Setelah Ashar pada Hari Jumat, Ini Keberkahan Besar yang Bisa Diraih
Syekh Bakr bin Abdillah Abu Zaid rahimahullah berkata, "Syariat Islam tidak pernah mengajarkan atau menganjurkan doa atau zikir untuk awal tahun. Manusia saat ini banyak yang membuat kreasi baru dalam hal amalan berupa doa, zikir, atau tukar menukar ucapan selamat, demikian pula puasa awal tahun baru, menghidupkan malam pertama bulan Muharram dengan sholat, zikir atau doa, puasa akhir tahun dan sebagainya yang semua ini tidak ada dalilnya sama sekali." (Tashih Ad Du’a’, halaman 107)
Syekh ‘Abdullah At-Tuwaijiriy berkata, "Sebagian orang membuat inovasi baru dalam ibadah dengan membuat-membuat doa awal tahun dan akhir tahun. Sehingga dari sini orang-orang awam ikut-ikutan mengikuti ritual tersebut di berbagai masjid, bahkan terdapat para imam pun mengikutinya. Padahal, doa awal dan akhir tahun tersebut tidak ada pendukung dalil sama sekali dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam dan juga dari para sahabatnya, begitu pula dari para tabi’in. Tidak ada satu hadis pun yang mendukungnya dalam berbagai kitab musnad atau kitab hadis." (Al Bida’ Al Hawliyah, halaman 399)
Baca juga: Abu Nawas Diusir dari Kampung Gara-Gara Mimpi Raja, tapi Bisa Pulang dengan Cara Unik
Dilanjutkan pula oleh Syekh At-Tuwaijiriy di halaman yang sama, "Kita tahu bahwa doa adalah ibadah. Pengkhususan suatu ibadah itu harus tawqifiyah (harus dengan dalil). Doa awal dan akhir tahun sendiri tidak ada tuntunan dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam, tidak pula pernah dicontohkan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum."
Namun, berikut doa yang dibaca para sahabat, silakan diamalkan saat memasuki awal bulan atau awal tahun. Dari ‘Abdullah bin Hisyam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
كَانَ أَصحَابُ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَتَعَلَّمُونَ هَذَا الدُّعَاءَ كَمَا يَتَعَلَّمُونَ القُرآنَ إِذَا دَخَلَ الشَّهرُ أَو السَّنَةُ:
"Sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam mengajarkan doa sebagaimana mengajarkan Alquran di mana doa ini dibaca saat memasuki awal bulan atau tahun:
اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيْمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالإِسْلَامِ، وَجِوَارٍ مِنَ الشَّيطَانِ، وَرِضوَانٍ مِنَ الرَّحمَنِ
Allohumma ad-khilhu ‘alainaa bil amni wal iimaani was salaamati wal islaam, wa jiwaarim minasy-syaithooni, wa ridhwanim minar rohmaani
Artinya: "Ya Allah, masukkanlah kami pada bulan ini dengan rasa aman, keimanan, keselamatan, dan Islam, juga lindungilah kami dari gangguan setan, dan meraih rida Allah (Ar-Rahman)." (HR Al Baghawi dalam Mu’jam Ash-Shahabah, sanadnya sahih. Imam Ibnu Hajar mensahihkan hadis ini dalam Al-Ishabah, 6:407–408. Hadis ini mawquf termasuk perkataan sahabat sesuai syarat kitab shahih)
Baca juga: Amalan Apa Saja pada Hari Jumat? Ini 8 di Antaranya, Istimewa dan Berpahala Besar
Sebagaimana disebutkan oleh Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid, "Doa ini ada riwayatnya. Seorang Muslim sangat bagus sekali mengamalkan doa ini ketika masuk awal bulan (terlihat hilal)." (Fatawa Al-Islam Sual wa Jawab Nomor 322345)
Doa yang sahih tersebut cukup diamalkan sendiri dan ajarkan pada yang lain tanpa ada pensyariatan secara berjamaah. Wallahu a’lam.
Baca juga: Kenapa Disunahkan Baca Surah Al Kahfi Setiap Hari Jumat? Ini Penjelasannya
Sedangkan bagi yang melihat hilal (awal bulan) hendaklah membaca:
اللَّهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ رَبِّى وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allohumma ahlilhu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. robbii wa robbukallah
Artinya: "Ya Allah, tampakkanlah bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan, dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah." (HR Ahmad, 1:162 dan Tirmidzi Nomor 3451, dan Ad-Darimi. Tirmidzi mengatakan hadis ini hasan gharib. Syekh Al-Albani mengatakan hadis ini sahih)
Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga: 15 Nama Anak Perempuan Islami Bermakna Lembut, Cerdas, hingga Salihah
(Hantoro)