Jadi Mualaf, Gadis Cantik Eropa Ini Tegaskan Islam Sangat Memuliakan Wanita

Ahmad Haidir, Jurnalis
Rabu 02 Februari 2022 18:38 WIB
Kisah mualaf cantik Eropa ungkap Islam sangat memuliakan wanita. (Foto: YouTube Barat Bersyahadat)
Share :

SEORANG mualaf cantik asal Eropa ini membuat publik takjub dengan pemahaman agama Islam-nya yang terbilang luas dan dalam. Hal tersebut terlihat dari bagaimana cara wanita itu berargumen serta menjelaskan tentang kedudukan wanita dalam Islam.

"Jika pemirsa anggap aku tertindas karena berhijab, pemirsa dicuci otak oleh media Barat, dan ini alasannya," ucap mualaf cantik itu, seperti dikutip dari kanal YouTube Barat Bersyahadat, Rabu (2/2/2022).

Baca juga: Baca Ayat tentang Hujan, Pria Keturunan Tionghoa Ini Mantap Masuk Islam 

Secara lantang, bule cantik yang mualaf sejak usia 17 tahun ini membenarkan stigma bahwa Islam adalah agama yang radikal. Namun dengan lugas, ia lantas memberikan argumentasi yang sangat cerdas.

"Benar, Islam adalah agama radikal, dalam artian Islam memberikan hak-hak, kesetaraan serta kemuliaan kepada kaum wanita pada saat di mana wanita dianggap sebagai harta benda," tegasnya.

Ia lantas memberikan penjabaran bahwasanya peradaban masyarakat kuno sebelum Islam-lah yang justru menindas dan tidak memuliakan wanita.

Baca juga: Kisah Mualaf Koh Deni Sanusi Keturunan Tionghoa, Gemetar dan Pingsan Dengar Azan 

"Tahun 610 Masehi, masyarakat saat itu bahkan memperdebatkan apakah wanita itu manusia. Orang mengubur bayi perempuan hidup-hidup dan menjadikan wanita sebagai objek seksual," tuturnya.

"Sampai akhirnya Alquran turun dan Subhanallah ini kitab suci yang revolusioner. Allah berfirman bahwasanya pria dan wanita diciptakan dari satu jiwa yang tunggal. Secara spiritual pria dan wanita itu setara, dan Islam meninggikan status wanita," bebernya.

Bule mualaf ini mampu menyebutkan sejumlah fakta betapa agama Islam benar-benar memuliakan wanita, mulai dari ungkapan "surga di telapak kaki ibu" hingga bagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan para khalifah dalam kepemimpinannya meletakkan para wanita di sektor-sektor penting pemerintahan.

"Status wanita di Semenanjung Arab berubah dan dunia Barat membutuhkan 1.300 tahun untuk mengejar ketertinggalannya," tukasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Ustadz Felix Siauw yang Keturunan Tionghoa Alami Cobaan Berat ketika Masuk Islam 

Baca juga: Masya Allah, Satu Kampung di Pinrang Sulawesi Diisi Mualaf Semua 

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya