Bagi yang belum melaksanakan Sholat Isya, tidak diperkenankan melakukan Sholat Tarawih. Bahkan Sholat Tarawih-nya menjadi tidak sah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Yusuf Ibn Ibrahim al Ardabiliy:
وَالتَّـرَاوِيْحُ عِشْرُوْنَ رَكْـعَةً بِعَشْرِ تَسْلِيْمَاتٍ , وَلَوْ صَـلَّى أَرْبَعًا بِتَسْلِيْمَةٍ أَوْ قَبْلَ فَرْضِ الْعِشَاءِ بَطَلَتْ
Artinya: "Sholat Tarawih dikerjakan 20 rakaat dengan 10 salam. Seandainya seseorang sholat 4 rakaat dengan satu salam, atau ia Sholat Tarawih sebelum sholat fardhu Isya maka batal Sholat Tarawih-nya."
Sebagaimana kita ketahui, bahwa mengerjakan sholat tarawih di bulan Ramadan ini memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana hadis berikut:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang melakukan qiyam ramadhan (atau sholat tarawih) atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR.Bukhari - Muslim)
Tarawih bisa dilaksanakan sendirian, namun lebih utama jika dilaksanakan secara berjamaah. Maka dari itu, tidak heran jika masjid-masjid ramai ketika masuk waktu sholat tarawih.
Mayoritas ulama mengatakan, salat tarawih lebih baik dilakukan secara berjamaah. Namun, bila dikerjakan sendiran pun tetap sah. Sebab, Nabi Muhammad pernah mengerjakan salat tarawih sendirian, kala itu beliau khawatir para sahabat akan menganggap salat tarawih wajib dikerjakan secara berjamaah.
Adapun keutamaan salat tarawih secara berjamaah di antaranya adalah memberi peluang mendapat pahala lebih banyak, memupuk kecintaan terhadap masjid, sarana penambah ilmu, serta menyemarakkan bulan suci Ramadan. Jadi, sebaiknya Anda tidak melewatkan salat tarawih, kecuali ada halangan tertentu.
(Ahmad Muhajir)