Tercatat ada 30 rebana ia terima selama Ramadan ini dibanding tahun-tahun sebelumnya yang tidak pernah ada pesanan maupun pembeli yang datang. Selain Ramadan, tercatat bulan Rabiul Awal atau bulan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam menjadi yang terbanyak permintaannya.
"Paling ramai Maulid, full pesanan. Full kemarin sampai 10 set pesanan, satu set berarti total 40 rebana. Itu rebananya saja, belum basnya, belum keplaknya, belum tam, ramai kalau Maulid (Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam). Kalau omzet enggak pernah ngitung," tuturnya.
Baca juga: Dibimbing Jojon, Pelawak Senior Cahyono Putuskan Mualaf Setelah Mendengar Azan Magrib
Biasanya pembeli yang datang ke industri rumahan pembuatan rebana di Jalan Kiai Parseh Jaya Nomor 5 RT 03 RW 01 Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dengan memesan dua tipe perangkat rebana baik yang versi Pekalongan dengan empat rebana, maupun versi Habib Syekh dengan sembilan perangkat rebana.
"Di mana satu set rebana biasanya terdiri dari bas tangan, tam, keprak, dengan minimal empat perangkat. Satu set kalau versi Pekalongan lima, empat bas tangan. Kalau versinya Habsi atau Habib Syekh sembilan alatnya. Ini empat ada yang kecil-kecil dua, ada tam-tam satu, bas besar satu, total sembilan," tukasnya.
Baca juga: 5 Fakta Aktor Laga George Rudy Jadi Mualaf Setelah Lihat Orang Wudhu
(Hantoro)