Tukang Becak dan Istri Naik Haji, Buah Manis Menabung Selama 30 Tahun

Inin Nastain, Jurnalis
Selasa 07 Juni 2022 16:00 WIB
Kisah tukang becak dan istrinya bisa naik haji setelah menabung 30 tahun/Inin Nastain
Share :

Tidak tanggung-tanggung. Eme, akan melapalkan 'Labbaik Allahumma Labbaik' bersama sang istri tercinta, Icih Salsih Surya. Pasutri pekerja serabutan itu, akan berangkat ke Tanah Suci pada 11 Juni, bersama rekan-rekannya di kloter 11.

Sebagai pasangan yang tidak memiliki penghasilan tetap, Eme harus menjalani proses sekitar 10 tahun. Pendapatan hasil mengayuh becak, ditambah dengan penghasilan istrinya sebagai buruh serabutan, nama Eme dan Icih mulai tercatat sebagai calon jamaah ibadah haji sejak 2012 lalu.

Mereka berani mendaftarkan diri, setelah uang tabungan yang dikumpulkan sejak 30 tahun lalu, dianggap telah cukup untuk 'uang muka.' Dalam kurun waktu 30 tahun itu, dia Istiqomah menyimpan uang penghasilannya dengan angka yang berbeda.

"Mun hasil ngabecak meunang Rp60 ribu, nya kanggo resiko Rp20 ribu, nu Rp40 ribuan disimpen. (Kalau hasil ngebecak dapat Rp60 ribu, ya untuk kebutuhan sehari-hari Rp20 ribu, yang Rp40 ribu disimpan)," kata Eme.

"Kalau habis panen, hasil buburuh ( jadi buruh), gabahnya dijual, buat nambah-nambah simpenan," lanjut dia.

Proses daftar haji Eme sendiri mulai dilakukan pada 2012 lalu. Sama seperti sebelum-sebelumnya, dia juga selalu rutin menyetorkan uang cicilan biaya haji ke Bank, hasil dari usaha tak tetapnya itu.

"Kurang lebih 10 tahun, saya terus menabung ke Bank setiap hari. Tahun ini, alhamdulillah bisa berangkat berdua sama istri," kata Eme, Selasa (7/6/2022).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya