MAKKAH - Uang saku atau living cost yang diterima jamaah haji Indonesia 2022 masih utuh. Rata-rata para jamaah haji belum menggunakan sepenuhnya.
Tercatat, jamaah haji Indonesia mendapatkan uang saku atau living cost sebesar 1.500 riyal atau setara Rp6 juta (kurs Rp4.000 per riyal).
"Masih utuh (living cost), karena tujuan kemari ibadah, begitu sampai ke Makkah langsung ibadah," kata Jamaah haji asal Aceh bernama Ena Herisna di Makkah, Rabu (22/6/2022).
Selain mendapatkan living cost, Ena dan jamaah haji asal Aceh juga mendapatkan dana Wakaf Baitul Asyi sebesar 1.500 riyal atau setara Rp6 juta juga, sehingga jika ditotal mencapai sekira Rp12 juta.
Baca juga: Dapat Dana Wakaf Baitul Asyi Rp6 Juta, Jamaah Haji Aceh Ingin Berkurban hingga Sedekah
"Belum terpikir ke mana-mana cuma ada saya pergunakan sedekah di Masjidil Haram tadi pagi," ujarnya.
Utuhnya uang saku jamaah juga ditambah dengan pelayanan yang diterima jamaah haji Indonesia, baik dari sisi konsumsi hingga transportasi. Seperti halnya naik bus shalawat, jamaah bisa naik bus shalawat tanpa dipungut biaya alias gratis. Kemudian untuk konsumsi, jamaah haji mendapatkan makan 3 kali sehari. Untuk fasilitas di hotel juga lengkap, seperti tersedianya mesin cuci sehingga tidak perlu laundry.
"Selama di sini saya belum pergunakan uang sendiri karena alhamdulillah semua makanan disediakan, transportasi juga sudah," kata jamaah haji lainnya.
Ibadah menjadi fokus jamaah haji selama di Tanah Suci. Sementara, untuk beli oleh-oleh belum terpikirkan oleh jamaah haji.
"Kita fokus ibadah dulu, sampai sekarang masih utuh (living cost)," katanya.
Sebelumnya, Anggota Badan Pelaksana Bidang Keuangan dan Manajemen Risiko BPKH Acep Riyana Jayaprawi memastikan uang saku yang dibagikan kepada para jamaah akan sangat bermanfaat saat proses ibadah haji berjalan nantinya.