Kapan Isti'adzah Dibaca?
Jika melihat ayat 98 Surat An-Nahl, maka membaca isti’adzah dilakukan setelah membaca Alquran, sebab menggunakan bentuk masa lampau (madhi). Namun hal demikian, menurut jumhur ulama bahwa membaca isti'adzah dilakukan sebelum membaca Alquran.
Hal ini dianalogikan dengan ayat 6 Surat Al Maidah tentang wudhu’, meskipun dalam ayat di atas berbentuk masa lampau (madhi) namun kandungan artinya bermakna akan datang (mustaqbal), sebagaimana dalam ayat berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ
"Jika engkau hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu." (QS Al Maidah: 6)
Kendati demikian, ada yang berpendapat bahwa membaca isti'adzah dilakukan setelah membaca Alquran, karena melihat pada dhahir teks ayat. Untuk mengetengahkan pendapat yang saling berseberangan di atas, ada yang berpendapat, sebaiknya isti'adzah dibaca sebelum dan sesudah membaca Alquran, karena untuk mohon penjagaan dari hal-hal yang buruk sebelum membaca dan menghilangkan rasa ujub ketika selesai membaca.
Maka itu, membaca isti’adzah dilakukan sebelum membaca Alquran, karena sesuai dengan petunjuk Nabi ketika menerima dari Malaikat Jibril dan kemudian diajarkan kepada Ibnu Mas'ud.
Sementara itu, membaca Basmallah sebelum membaca Alquran sangat dianjurkan kecuali pada Surat At-Taubah. Ketika Anda memulai membaca Alquran di pertengahan surat maka boleh memilih antara membaca Basmallah dan tidak membacanya.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)