HUKUM tajwid Surat Al Jatsiyah Ayat 12–13. Manfaat mempelajari hukum tajwid adalah agar bisa melafalkan setiap huruf hijaiah dengan benar dan menjaga kemurnian bacaan Alquran. Terdapat banyak hukum tajwid yang perlu dipahami dalam Surat Al Jatsiyah Ayat 12–13.
Surat Al Jatsiyah Ayat 12–13 menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala telah menaklukkan samudera serta bumi, langit dan isinya, sebagai tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang berpikir.
BACA JUGA:10 Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 87, Pahami agar Lebih Tepat Membacanya
BACA JUGA:Hukum Tajwid Alquran Surat Fatir Ayat 32, Bikin Lebih Tepat Membacanya
Berikut bacaan Surat Al Jatsiyah Ayat 12–13:
اللَّهُ الَّذِي سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيهِ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (١٢)وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مِنْهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ (١٣)
Artinya:
12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal sanggup berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kau sanggup mencari karunia -Nya dan Mudah-mudahan kau bersyukur.
13. dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat gejala (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir.
Simak hukum tajwid Surat Al Jatsiyah Ayat 12–13, sebagaimana telah Okezone himpun:
1. Lam jalalah dibaca tebal (Tafkhim). Lam jalalah yaitu aksara lam yang ada pada lafal Allah ٱللَّهُ
- Lam Jalalah dibaca tebal (tafkhim) kalau sebelum lafal Allah berharakat fathah atau dhammah
- Lam jalalah dibaca tipis (tarqiq) kalau sebelum lafal Allah berharakat kasroh الَّذِي
2. Idhar Qamariyah (Alif lam Qamariyah), Al-nya terbaca jelas الْبَحْرَ
3. Idhar Qamariyah (Alif lam Qamariyah), Al-nya terbaca jelas لِتَجْرِيَ
4. Qalqalah sughra, ada aksara jim sukun/mati di tengah فِيهِ
5. Mad Thabi’I, ada aksara hijaiyyah berharakat kasrah bertemu aksara mad (ya) sukun مِنْ فَضْلِهِ
6. Ikhfa haqiqi, ada nun sukun bertemu dhahd وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
7. Idhar syafawi, ada mim sukun bertemu aksara ta (selain mim dan ba) تَشْكُرُونَ
8. Mad ‘Aridh Lissukun, ada mad thobi'i bertemu dengan aksara hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti) وَسَخَّرَ لَكُمْ مَا
9. Idham mimi/idgham mislain, ada mim sukun bertemu mim السَّمَاوَاتِ
10. Idham syamsiyyah (Alif lam syamsiyah), Al-nya tidak terbaca terperinci atau lebur جَمِيعًا مِنْهُ
11. Idgham bighunnah, ada fathatain bertemu mim مِنْهُ
12. Idhar halqi, ada nun sukun bertemu aksara HA إِنَّ
13. Ghunnah, ada nun tasydid/syiddah إِنَّ
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)