ALASAN mengapa orang meninggal harus dibacakan Surat Yasin. Biasanya sebagian Muslim ketika seseorang meninggal dunia, mengadakan pengajian dengan membaca Surat Yasin. Kemudian dirangkum dengan bacaan lainnya yaitu tahlil atau umum disebut tahlilan.
Disebutkan bahwa pembacaan Surat Yasin untuk orang yang sudah meninggal dunia ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam:
عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس قَلْبُ اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَانْ
Artinya: "Dari sahabat Ma'qal bin Yasar radhiyallahu anhu bahwa Rasulallah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, 'Surat Yasin adalah pokok dari Alquran, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridho Allah kecuali diampuni dosa-dosanya. Bacakanlah Surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian'." (HR Abu Dawud, dll)
Hal ini juga diyakini sebagai bentuk permohonan meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, baik yang membaca atau dikirimkan doa supaya diampuni dosa-dosa selama di dunia.
Baca juga: Bacaan Arab-Latin Surat Yasin Ayat 1-83 Beserta Tafsirnya Buka di Alquran Digital Okezone
Baca juga: Malam Jumat Sunnah Baca Surat Al Kahfi, Buka di Alquran Digital Okezone Lengkap Ayat 1-110
Sementara itu dikutip dari Muslim.or.id, Ustadz Zaenuddin Abu Qushaiy menerangkan bahwa para ulama berselisih pendapat tentang disyariatkannya membacakan Surat Yasin untuk orang yang meninggal dunia.
Perselisihan ini terjadi karena adanya sebuah riwayat yang menganjurkan membacakan Surat Yasin kepada orang yang akan meninggal dunia. Sebagian mereka menshahihkan hadits tersebut dan sebagiannya melemahkannya.
Lalu bagaimana sebenarnya derajat riwayat tersebut?
Nash Hadits
اقرأوا على موتاكم يس
"Bacakanlah Surat Yasin kepada orang yang akan meninggal dunia di antara kalian."
Takhrij Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (3121), Ibnu Majah (1448), An-Nasa'i dalam Amalul Yaum wa lailah (1082, 1083), Ahmad (5/26–27), Al Hakim (1/753), Al Baghawiy dalam Syarhu As-Sunnah (5/295), Al Baihaqiy (3/383), Ibnu Hibban dalam shahihnya (2991).
Semuanya dari jalur Sulaiman At-Taimiy dari Abu Utsman dan Lais An-Nahdiy dari bapaknya dari Ma’qil bin Yasar secara marfu’.
Komentar Para Ulama terhadap Hadits Tersebut:
A. Perkataan Ibnu Hajar
Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan dalam Talkhisul Habir: "An-Nasa'i dan Ibnu Majah tidaklah mengatakan, dari bapaknya (bapak Abu Utsman). Ibnu al Qathan mencacat hadits ini dengan adanya kegoncangan sanadnya dan mauquf-nya riwayat tersebut serta tidak dikenalnya Abu Utsman dan bapaknya. Abu Bakar Ibnu al ‘Arabiy telah menukil dari Ad-Daruquthniy bahwasanya Beliau mengatakan: 'Hadits ini lemah sanadnya,asing matannya dan tidak sah dalam bab ini satu hadits pun'."
B. Perkataan Adz-Dzahabiy
Imam Adz-Dzahabiy berkata: "Dikatakan bahwasanya nama Abu Utsman adalah Sa'id. Ia meriwayatkan dari bapaknya dari Ma'qil bin Yasar sebuah hadits yang berbunyi:
اقرأوا على موتاكم يس
"Bacakanlah Surat Yasin kepada orang yang akan meninggal dunia di antara kalian."
Abu Utsman dan bapaknya tidaklah dikenal dan tidaklah meriwayatkan darinya kecuali Sulaiman At-Taimiy.
C. Perkataan Ibnu Qathan
Beliau berkata: "Hadits tersebut tidaklah shahih karena Abu Utsman ini tidak dikenal dan tidak meriwayatkan darinya kecuali Sulaiman bin Yasar. Apabila dia tidak dikenal maka bapaknya lebih tidak dikenal lagi padahal dia meriwayatkan darinya."
D. Perkataan Imam An-Nawawiy
Berkata Imam An-Nawawiy: "Sanadnya lemah karena di dalamnya terdapat dua perawi yang tidak dikenal namun Abu Dawud tidaklah melemahkannya."
E. Perkataan Syaikh Al Albaniy:
Beliau berkata: "Dalam sandanya terdapat cacat yang lain yaitu kegoncangan sanadnya. Sebagian perawi mengatakan dari Abu Utsman dari bapaknya dan sebagian mengatakan dari Abu Utsman dari Ma'qil bin Yasar dengan tidak mengatakan dari bapaknya dan bapaknya juga tidak dikenal."
Kesimpulan Derajat Hadits
Hadits ini dha'if sanadnya karena (1) Adanya dua perawi yang majhul (tidak dikenal) yaitu Abu Utsman dan bapaknya; (2) Terdapat idhthirab (kegoncangan) dalam sanadnya.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)