INILAH kisah mualaf bule Amerika bernama Gabriel. Ia tumbuh besar di lingkungan yang penuh dengan kekerasan geng. Banyak dari mereka tidak menghargai hidup orang lain dan dengan mudah menghilangkan nyawa seseorang.
Semua yang dilihat Gabriel sehari-hari tentu saja bukan hal yang lazim. Lambat laun Gabriel lantas mulai terpikir tentang kehidupan, termasuk pula apa yang bakal dia lalui setelah mati.
BACA JUGA:Sains Ilustrasikan Lubang Hitam Layaknya Sapu Raksasa Antariksa, Termuat di Alquran
"Makna hidup seperti apa? Tentang semua ini," katanya, dikutip dari kanal YouTube Renung Kalbu, Selasa (25/10/2022).
Dari sanalah, mulai terlintas di pikiran Gabriel untuk mulai mencari Tuhan. "Saya coba menemukan Tuhan," lanjutnya.
Menurut Gabriel, orang Barat seperti dirinya akan mulai mendekat pada agama selain Islam jika hendak menemukan Tuhan. Hal itu jugalah yang dialami dirinya.
Keinginannya mencari Tuhan begitu kuat. Dia mulai membaca kitab serta pergi ke sesi pelajaran kitab tersebut.
BACA JUGA:4 Artis Jepang Beragama Islam, Ada yang Jadi Mualaf Setelah Bertemu Saddam Hussein
Namun sayangnya, dari sejumlah pertanyaan sulit terkait kitabnya kala itu, Gabriel merasa justru mendapat jawaban yang bertentangan dari apa yang dibaca.
Kembali Gabriel memohon pada Tuhan untuk menunjukkan jalan pada agama lain. Singkat cerita, Gabriel pun bertemu dengan Islam.