Surat Al Ashr yang hanya berisi tiga ayat ini oleh Kiai Dahlan diajarkan selama delapan bulan. Dalam mengajarkan surat tersebut, KH Ahmad Dahlan selalu menekankan kepada para santri agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
"Ditekankan lagi agar anak didiknya itu menggunakan waktu untuk memperbanyak amal salih. Agar anak didiknya itu mengerjakan amal salih tidak hancur karena pamer dan riya. Agar anak didiknya itu bersabar dalam menjalani peran-peran kehidupannya itu," paparnya.
Berbeda dengan ketika mengajarkan Al Ma’un yang baru tiga bulan lalu diprotes santrinya, selama delapan bulan Kiai Dahlan mengajarkan Al Ashr belum ada santri yang memprotesnya.
Menurut dr Agus, perbedaan yang mencolok dari metode ajar KH Ahmad Dahlan dengan yang lain adalah egaliternya. Kemudian juga ayat-ayat Alquran yang diajarkan bukan hanya dihafal dan dipahami, tetapi juga menjadi semangat amal kebajikan.
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)