KATA sombong sering dikatakan di kehidupan sehari-hari. Diidentikkan dengan gaya seseorang yang membanggakan diri atau hal dimilikinya.
Lalu, apa itu sombong dalam islam? Sifat sombong adalah penyakit hati yang menghancurkan manusia. Ustad Muhammad Abduh Tuasikal menyebutkan ada beberapa faedah ilmu yang disampaikan Ibnu Taimiyah rahimahullah tentang bahaya hasad (dengki) dan kibr atau sombong.
BACA JUGA:
Sombong dan hasad (dengki) adalah dua penyakit yang telah menghancurkan orang terdahulu dan belakangan. Keduanya adalah dosa yang amat besar yang ada dahulu.
Sifat kibr atau sombong berawal dari Iblis sedangkan sifat hasad berasal dari Adam. Begitu pula anak Adam yang membunuh saudaranya. Ia membunuhnya karena hasad pada saudaranya.
"Karenanya, sifat sombong menafikan Islam (sikap tunduk patuh pada Allah). Sebagaimana pula syirk menafikan Islam," ujarnya dikutip dari laman Rumasyo.
BACA JUGA:
Dalam laman yang sama, Ustad Muhammad Abduh Tuasikal juga merinci beberapa hal tentang sifat sombong. Seperti barangsiapa yang tunduk patuh pada Allah, juga pada selain-Nya, maka dia termasuk musyrik pada Allah (karena dia telah menduakan Allah).
Barangsiapa yang tidak tunduk patuh pada Allah, maka dialah orang yang kibr (sombong). Inilah sebagaimana keadaan Fir’aun dan pengikutnya. Barang siapa yang tunduk patuh pada Allah di jalan yang hanif (lurus), maka dia adalah yang sebenar-benarnya muslim (orang yang tunduk patuh).
Dialah yang sebenarnya menjadi pengikut Ibrahim. Sebagaimana Allah firmankan:
“Ketika Rabbnya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Rabb semesta alam.” (QS. Al Baqarah: 131)
Sementara ciri -ciri orang sombong mudah ditemui, yakni
1. Menghargai diri sendiri secara berlebihan
2. Selalu menolak kebenaran
3. Bersikap kasar
4. Tidak mampu menjaga hubungan
5. Tidak suka diberi nasihat kebaikan.
(Vivin Lizetha)