MADINAH - Petugas Sektor Bir Ali ingin memastikan tidak ada jemaah haji yang tertinggal karena, bus sudah siap meninggalkan bir Ali menuju Makkah.
"Tolong bantu cek ke dalam ya bu. Karena hanya wanita yang boleh masuk," kata salah satu petugas kepada salah satu jurnalis Media Center Haji (MCH), Sabtu (3/6/2023).
Bir Ali adalah tempat pengambilan miqot untuk jemaah haji yang berangkat atau melintasi Madinah dalam rangkaian ibadah haji mereka. Dari sisi kepadatan, dalam dua hari keberangkatan, kondisi bir Ali sebenarnya tidak sepadat yang dibayangkan, apalagi keberangkatan jemaah sudah di atur per jam.
Indonesia misalnya, memiliki waktu keberangkatan per dua jam. Seperti hari kedua kemarin, 18 kloter dibagi dalam empat gelombang keberangkatan. Mulai jam 06.00 WAR, dilanjutkan 08.00 WAR, lalu 14.00 WAR dan 16.00 WAR. Untuk jam 10 dan 12 dijeda karena hari jumat dan kondisi.
Di antara jam jam kedatangan jemaah haji Indonesia tersebut, ada jemaah dari negara lain seperti Iran, Uzbekistan, India. Sedangkan Indonesia berada dalam satu gelombang dengan Malaysia dan Thailand. Sehingga tidak seramai yang dibayangkan. Dari sisi ini pengaturan berjalan baik.
Jika ada kendala biasanya karena faktor jemaah yang kebingungan mencari keluar, jemaah yang ingin berlama lama berdoa di dalam masjid, dan mereka yang bingung setelah keluar di toilet. Tempat tempat inilah yang harus di sweeping petugas dari Sektor Bir Ali sebelum bis berangkat. Langkah pertama, menghitung jumlah jemaah di masing masing bus.