Menyusuri Pasar Al Balad, Kawasan Kota Tua Jeddah Rasa Indonesia

Maruf El Rumi, Jurnalis
Selasa 13 Juni 2023 17:12 WIB
Menyusuri Pasar Al Balad (Foto: MCH 2023)
Share :

JEDDAH - Tidak sulit menemukan kuliner khas Indonesia di Kota Jeddah, Arab Saudi. Dikenal sebagai kota pelabuhan yang dikembangkan sebagai kota internasional membuat Jeddah menjadi tempat pertemuan budaya, tradisi.

Termasuk tradisi kuliner Indonesia. Jeddah menjadi tempat yang ramah untuk lidah Indonesia, mulai dari urusan kuliner sampai bahasa, seperti di Pasar Al Balad, kawasan Kota Tua Jeddah (Old Jeddah).

Di kawasan ini, nuansa Indonesia terasa. Nama toko dan penjualnya bisa berbahasa Indonesia meski mereka bukan dari Tanah Air. Kuliner pun khas Indonesia, sekalipun penjualnya dari negara lain seperti Bangladesh.

Dari deretan kuliner tersebut, yang menarik adalah penjual jajan dan makanan tradisional di emperan parkir, atau biasa disebut pedagang kaki lima (PKL) seperti Indonesia. Salah satunya bernama Arimbi.

Senyum mengembang ketika kami Media Center Haji (MCH) 2023 mengucapkan salam. Mengenakan pakain panjang serba hitam, ibu tersebut duduk di bangku panjang dekat parkir kawasan perbelanjaan Al-Balad, Jeddah. Di depannya, ada sejenis troli yang penuh berisi jajanan khas Indonesia.

Arimbi, warga negara Indonesia yang sudah lama tinggal di Arab Saudi, khususnya Jeddah. Di salah satu kota perdagangan Arab Saudi tersebut, Arimbi mencari rizki dengan jualan jajan pasar seperti klepon, onde-onde, donat, risol hingga rujak.

Jajajan tersebut dibungkus dalam plastik mika berisi 4 sampai 5 buah jajanan dengan harga 5 riyal. "Saya bekerja di Arab sejak 1981, 2 tahun kemudian suami meninggal," kata Arimbi yang mengaku dari Banten.

Arimbi mengatakan, pembelinya sebagian besar adalah warga Indonesia. Baik itu mukimin yang ada di Jeddah dan ingin nostalgia makanan tanah kelahiran, banyak juga jamaah umrah dan haji yang pensar dengan jajan pasar Indonesia di Jeddah.

"Semua jajanan ini saya buat sendiri. Jadi bukan kiriman atau beli dari pedagang lain," ujarnya.

Bekerja sebagai pedagang jajan pasar membuat ibu dari 4 anak dan 7 cucu itu bisa bertahan di Arab Saudi juga menyekelohkan anaknya sampai S2 di Singapura.

Selain Arimbi, ada juga Rusmini berasal dari Madura. Makanan yang ciri khas yang dijual adalah lontong pecel.

"Saya tidak hanya jual makanan tapi juga minuman seperti es campur. Untuk harga, lontong pecel 10 riyal, es campur 5 riyal," katanya membuka obrolan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya