MAKKAH - Haidir Bahari sempat ngambek tidak mau berangkat haji setelah beberapa kali tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci. Tapi, pada hari ini Senin (26/6/2023) pagi waktu Arab Saudi (WAS) akhirnya dia mengenakan kain ihram dan bersiap menjalani puncak haji tahun 2023.
Berasal dari Kabupaten Tebo, Jambi, Haidir menceritakan bagaimana harus tiga kali tertunda berangkat ke Tanah Suci. Mendaftar Haji pada 2013, Haidir harusnya berangkat pada 2019. Tapi saat itu batal berangkat karena sakit. Dia merelakan sang istri berangkat dulu ke Tanah Suci.
Niat berangkat datang lagi di musim haji 2020 dan 2021 tidak ada pemberangkatan haji karena pandemi covid-19. Pengumuman terkait pembatalan sempat maju mundur. Kesempatan datang di tahun 2022 ketika usianya masih masuk dalam klasifikasi, dia memutuskan tidak mengambilnya.
"Sempat enggak ada keinginan berangkat. Kami ini orang kampung udah bolak.balik batal, malu. Jadi enggak berangkat. Tahun ini baru ada keinginan berangkat lagi," kata pria berusia 60 tahun itu kepada Media Center Haji.
Karena itu, ketika kesempatan datang dia mempersiapkan diri dengan baik. Dia mengikuti anjuran petugas haji untuk istirahat di hotel dua hari di hotel. Dia memilih berdiam di hotel dan tidak melakukan umrah sunnah karena diminta mempersiapkan diri supaya sehat jelang puncak haji. Kondisi harus dijaga karena puncak haji.
"Ini yang sangat kami nantikan belasan tahun. Jadi perasaannya senang sangat senang. Kami berdoa menjadi haji mabrur," tambah Haidir.
Sementara itu, Idris jamaah haji dari Embarkasi Batam mengatakan sangat senang menjelang keberangkatan ke Arafah. " Senang, sekali," katanya singkat sambil perjalanan ke atas bus.