MAKKAH - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan ada akselerasi terkait pelaksanaan puncak ibadah haji yang akan mulai dilakukan pada 9 Dzulhijjah 1444 H atau bertepatan dengan hari Selasa 27 Juni 2023. Salah satunya terkait pelayanan terhadap lansia.
Pernyataan itu disampaikan Menag setelah melakukan rapat dengan Tim Pengawas (Timwas) DPR RI di Makkah. "Kami akan mengevaluasi persiapan pelaksananaan armuzna terkait pelayanan, khususnya untuk lansia hal hal yang kurang akan dimaksimalkan secara cepat," kata Menag, Minggu (25/6/2023).
Menteri yang biasa disapa Gus Men itu menjelaskan ada berapa skema yang dilakukan untuk lansia. Bagi yang mampu, lanjut Gusmen, akan kami dampingi . Kemudian, bagi yang tidak memiliki kemampuan akan disafari wukufkan. Kalau tidak kuat safari wukuf kita badalkan.
Termasuk di jamarat juga akan dibadalkan tidak usah maksakan diri dari semua ibadah aspek utama adalah keamanan jiwa. Dalam pertemuan tersebut ada 300 jamaah yang akan disafari wukufkan baik dari Madinah maupun Makkah.
"Kami dorong agar jemaah lansia tidak memaksakan diri. Kami sudah siapkan semua mekanisme terbaik. Melontar jumrah juga jangan dipaksakan," tambah Gus Men.
Jadwal Pergerakan Jamaah dan Petugas Haji Indonesia saat Puncak Haji 2023
Menag menambahkan, untuk jamaah disabilitas dan pengguna kursi roda akan berangkat bersama pendampingnya ke arafah. Selain itu ada juga fasilitas mobil golf yang ada di Mina untuk mngantar jamaah ke titik terdekat sampai dimana mobil bisa berhenti.
Tim kesehatan juga disiapakan. Kepala Pusat Kesehatan Haji, Lilik Mahendro Susilo mengatakan telah menyiapkan 161 petugas di Arafah terbagi dalam pos kesehatan ada 39 orang yang akan di pos kesehatan. Ditambah 6 pos satelit yang diisi 16 orang.
Ada juga tim promosin kesehatan di tenda tenda jamaah di musdalifah, dengan 1 pos 8-9 maktab. Total 42 orang. Di Mina ada 227 nakes, 105 petugas di pos kesehatan mina. Serta 97 Emt di lima pos kesehatan jalur atas dan bawah dan bergerak setiap jam pindah pos untuk melakukan screening jemaah yang ada gangguan kesehatan
"Dari 25 promkes di tenda tenda jamaah menyebar peralatan; terpenting oksigen konsentrator di bed untuk menyuplai oksigen dan alkes lainnya untuk kasus kasus heat stroke. Dan peralatan lainnya," tambah Lilik.
(Arief Setyadi )