JEDDAH - Pemulangan jamaah haji sudah berlangsung mulai 4 Juli 2023. Kepulangan jamaah lazimnya ditentukan berdasarkan kloter dari masing masing jamaah denga masa tinggal di Arab Saudi yang sudah ditentukan. Tapi, ada kasus dimana, jamaah bisa pulang lebih cepat karena alasan kesehatan, atau tanazul karena dalam kondisi sakit.
Tanazul jamaah haji sakit adalah pemulangan jamaah haji melalui kloter yang berbeda dengan kloter keberangkatan karena alasan sakit dan memenuhi kriteria laik terbang. Jadwal kepulangan jamaah Tanazul akan mengikuti penerbangan kloter jamaah haji sesuai debarkasi. Keputusan tanazul dilakukan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
“Pada masa pemulangan jamaah haji gelombang pertama ini, kami memberikan layanan evakuasi dan tanazul untuk jamaah haji sakit yang dirawat di KKHI, Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS), dan di kloter,” ungkap Kepala KKHI Makkah Edi Supriyatna, Rabu (5/7/2023).
Evakuasi dilakukan dalam proses kepulangan jemaah haji yang tidak dapat dibawa dengan bus bersama kloternya, sehingga menggunakan ambulans dari Makkah ke Bandara Jeddah agar jamaah haji tersebut bisa kembali ke Tanah Air bersama kloternya.
Sedangkan Tanazul, KKHI Makkah juga memberikan pelayanan pemulangan jamaah haji melalui kloter yang berbeda dengan kloter keberangkatan karena alasan sakit dan memenuhi kriteria laik terbang. Jamaah haji sakit dapat dilaksanakan tanazul lebih awal atau kepulangannya tidak bersama kloternya sesuai kondisinya.
BACA JUGA:
Dia menjelaskan pihaknya telah membentuk tim evakuasi tanazul yang bertugas mengidentifikasi jamaah haji yang sakit untuk diusulkan dalam program tanazul, kemudian koordinasi dan penjadwalan evakuasi maupun tanazul.
“KKHI Makkah telah membentuk tim evakuasi tanazul yang tugasnya untuk melakukan identifikasi jemaah haji yang sakit untuk diusulkan dalam program tanazul, kemudian koordinasi dan penjadwalan evakuasi maupun tanazul untuk jemaah haji sakit tersebut," kata Edi.