Pihaknya berharap agar tingkat keterlambatan jamaah berkurang karena akan berpengaruh pada alur flow pergerakan jamaah saat berada di Plaza Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Sebab, jadwal kepulangan di bandara khusus haji tersebut sangat padat. Khusus untuk 4 Juli 2023 lalu, ada 59 penerbangan melalui bandara tersebut, sehingga kondisi bandara sangat padat.
Sementara Indonesia saja, dalam satu hari ada 16 sampai 18 kloter. Imbasnya, jamaah haji Indonesia harus sering berbagi plasa dengan jamaah negara lain, terutama dengan India atau Pakistan sebagai negara yang mengirim jamaah haji tertinggi selain Indonesia.
"Ketepatan waktu juga untuk kenyamanan jamaah, agar tidak terlalu lama menunggu di plaza," ujar Haryanto.
(Dani Jumadil Akhir)