Ternyata seiring berjalannya waktu, Idris mulai kenal dengan Islam. Saat itu ia juga merupakan seorang guru yang mengajarkan semua agama, termasuk Islam. Untuk memahami itu semua, dirinya pun harus membaca seluruh kitab dan tuntunan-tuntunan setiap agama.
Pada suatu hari ada sejumlah muridnya yang beragama Islam, mereka mencari tempat tinggal untuk ditempati selama Ramadhan, dan dijadikan tempat sholat. Dengan senang hati Idris meminjamkan apartemennya untuk anak-anak didiknya itu.
Selama satu bulan penuh Idris melihat murid-muridnya sholat dan menjalankan puasa. Bahkan untuk menghormatinya, dia juga ikut berpuasa selama satu bulan lamanya.
"Maka pada akhir Ramadhan pertama itu, saya telah belajar cara sholat dan saya berpuasa selama sebulan penuh," katanya.