JAKARTA - Proses seleksi petugas haji khususnya ketua kelompok terbang (kloter) haji akan diperketat. Usulan ini disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag) Faisal Ali Hasyim dalam peringatan satu tahun kepemimpinannya di Jakarta, Sabtu 16 September 2023.
Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag merekomendasikan agar saat proses seleksi ketua kloter ditambahkan materi soal kepemimpinan (leadership). "Hal ini dilakukan untuk kelancaran pelayanan ibadah haji 2024," kata Faisal.
Dijelakan Faisal, tahun depan rekrutmen yang akan dijaga, terutama perbaikan dari sisi proses seleksi. Penilaian kepemimpinan menjadi penting, mengingat para calon ketua kloter akan membawahi jamaah haji agar pelaksanaan haji berjalan lancar.
Selain petugas haji ketua kloter, Itjen juga akan memperketat seleksi petugas haji yang tergabung dalam PPIH. Dia tidak ingin kasus memulangkan seorang petugas haji kembali terulang.
Pada 2023, Kemenag terpaksa memulangkan satu petugas haji karena dinilai berkinerja kurang baik. "Jadi kita kemarin menilai kinerja petugas, hotel, dapur. Sehingga tahun depan rekrutmen yang akan kita jaga ada perbaikan dari sisi proses seleksi," katanya.
Itjen Kemenag, dikatakan Faisal, juga akan mengawal proses pengelolaan Dam jamaah haji. Pengelolaan Dam haji diperluas, setelah pada tahun ini Dam petugas haji dikelola sendiri dan hasilnya dikirim ke Indonesia.
Sehingga jika tahun depan bisa naik 10 ribu lumayan daging yang bisa dibawa ke Indonesia. Nantinya, pengiriman daging Dam ke Indonesia dimanfaatkan untuk menurunkan angka stunting serta menjadi cadangan makanan jika suatu waktu terjadi bencana.
(Maruf El Rumi)