Ada 45 Ribu Jamaah Lansia di Haji 2024, Wamenag Minta Petugas Bersabar

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Rabu 20 Maret 2024 12:43 WIB
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat saat membuka Bimtek calon PPIH Arab Saudi. (Okezone/Fahmi Firdaus)
Share :

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) memberikan perhatian khusus terhadap haji lansia pada musim haji 1445 H/2024 Masehi. Tahun ini jumlah jamaah haji lansia mencapai 45 ribu orang dari total 241 ribu jamaah haji Indonesia.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful Rahmat Dasuki menegaskan, semua petugas penyelenggara haji (PPIH) terus meningkatkan pelayanan haji ramah lansia. "Artinya satu petugas melayani 11 lansia, jumlah petugas tahun ini 4.300 orang. Dibutuhkan kesabaran," ujarnya saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) calon PPIH Arab Saudi 2024 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2024) malam.

Karena itu, Wamenang meminta para calon PPIH yang mengikuti Bimtek bisa serius mengikuti pelatihan selama 10 hari mulai 19-28 Maret mendatang. Dia juga meminta para calon petugas haji mengikuti setiap arahan dan materi yang disampaikan selama bimtek berlangsung.

Diketahui, jumlah calon PPIH Arab Saudi yang mengikuti Bimtek pada tahun ini sebanyak 890 orang. "Ini belum final, akan ada penilaian akhir setelah Bimtek selama 10 hari ini. Saya berharap semua peserta lolos," ungkapnya.

Saiful berharap, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024 lebih baik dibandingkan dari tahun sebelumnya. "Ada sejumlah hal yang menjadi catatan tahun lalu, titik krusial tahun lalu. Kita berharap semoga tidak terjadi lagi pada tahun ini," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Hilman Latief, menegaskan, pentingnya etika bermedia sosial, kepada seluruh calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445H/2024 M. Hal itu diutarakannya saat membuka bimbingan teknis (Bimtek) calon PPIH Arab Saudi 2024 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (19/3/2024) malam.

“Etika petugas haji ini juga penting. Kami tekankan agar petugas haji menjaga marwah sehingga cara anda bermedsos dapat dijaga dengan baik selama musim haji,” ujar Hilman Latief. Dikatakan Hilman, tidak semua hal bisa dipublikasikan di media sosial apalagi terkait di luar penugasan PPIH.

“Kita berjibaku melayani jamaah dan mendampingi, namun tiba-tiba ada yang tidak sesuai dan jauh dari relevansinya dari tugas kita,” ungkapnya. Dia berharap, calon PPIH dapat menggunakan media sosial dengan bijak dan selalu check dan recheck kebenaran setiap informasi yang ditemukan. “Tahun lalu dan sebelumnya, Pak Wamen dan Sekjen memberikan peringatan. Bahkan ada yang dipulangkan,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Hilman berharap dengan dilakukannya Bimtek ini, para petugas dapat memahami pengorganisasian dalam penyelenggaran ibadah haji. “Ada 5 hari pelatihan Tusi dan 4 hari setelahnya melaksanakan bimtek terintegrasi dengan kementerian lain. Kita 890 petugas dari 4.200 petugas yang jadi kuota tahun ini,” ujarnya.

 Selanjutnya kata Hilman, saat akhir Bimtek akan diadakan post test untuk peserta calon PPIH. Disanalah hasil akhir dari para calon petugas haji. “Apakah peserta bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik atau tidak, bisa diberangkatkan atau tidak sebagai PPIH Arab Saudi atau PPIH Embarkasi (asrama haji),” pungkasnya.

(Maruf El Rumi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya