MADINAH - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecek kesiapan layanan hotel dan dapur katering di Madinah haji 2024. Di dapur katering, Menag memastikan kesiapan dalam menyiapkan konsumsi jamaah haji 2024 termasuk untuk layanan lansia.
Dapur katering haji 2024 akan menyajikan 20% makanan ramah lansia. Makanan disajikan dengan menu yang sama, hanya nasi dan lauknya dimasak agar lebih halus dan lembut. Salah satu pilihannya dalam bentuk Nasi Tim. "Saya hari ini juga mengecek kesiapan dapur Meez Mary, salah satu pihak yang akan menyediakan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia. Saya lihat dapur bersih dan luas," kata Menag
Nantinya, menu yang disajikan akan bercita rasa nusantara dengan ragam lauk. Mulai nasi kuning, ayam goreng saus mentega, telur orak arik, nasi uduk, telur dadar, opor ayam, daging sapi masak habang, ikan tuna cabai hijau, ayam gulai, ikan patin bumbu balado, rendang daging, semur daging, ikan patin goreng dan gepuk daging Sapi dan tidak lupa tahu dan tempe. sebagai lauk.
Menu-menu ini dipadu dengan tumisan sayuran serta ditambah buah-buahan dan air mineral. "Tahun lalu kinerja dapur ini baik. Saya juga lihat sudah ada alokasi sendiri untuk menu makanan bagi jemaah lansia. Saya harap dapur ini bisa memberikan layanan terbaik bagi jemaah," kata Gus Men dalam keterangan yang diterima Okezone.com.
Kesempatan itu dimanfaatkan Menag menanyakan banyak hal, mulai dari ketersediaan sayuran dan bumbu nusantara, hingga tempe dan tahu. Menurut Gus Men, orang Indonesia suka dengan tempe dan tahu.Gus Men tidak lupa menanyakan kesiapan storage dan ketersedian bahan makanan. Dijelaskan Executive Chef Meez Mary Wan Abdurrahman, dapur ini memiliki enam storage besar, sembari menunjukkannya satu per satu.
Tampak bahan makanan daging sapi, ayam, ikan, dan telur juga sudah tersedia dalam ruangan berpendingin udara. "Bumbu Indonesia apa saja yang digunakan?" tanya Gus Men. Dijelaskan Wan Abdurrahman kalau ada cukup banyak jenis, antara lain: sereh, lengkuas, kencur, daun pandan, daun jeruk, salam, santan, ssem, dan kacang tanah.
(Maruf El Rumi)