Kisah Pedagang Bakso Naik Haji, Sejak Kecil Miliki Cita-Cita ke Tanah Suci

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Jum'at 07 Juni 2024 14:22 WIB
Kisah pedagang bakso naik haji (Foto: MCH 2024)
Share :

MAKKAH - Jamaah haji dan umrah adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka, lalu mereka memenuhi panggilan-Nya dan mereka meminta kepada-Nya, lalu Allah memberikan permintaan mereka, demikian Hadis Riwayat Al-Bazzar.

Sehingga jika Allah belum memanggil umatnya, sekali pun orang tersebut memiliki banyak harta, maka tak akan bisa menjalankan ibadah yang menyempurkan rukum Islam itu.

Kisah orang yang tak mampu namun bisa berhaji akan dibahas dalam artikel ini. Dia adalah Lukman Busro, pria yang berusia 35 tahun yang sudah memiliki cita-cita untuk menunaikan ibadah haji sejak kecil.

Lukman adalah warga Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Ia mengais rezeki dengan hanya berjualan bakso bakar.

Setiap harinya, ia mangkal di sekitar Bandara Adi Soemarno Surakarta, sebagai bandara yang menjadi titik tolak keberangkatan jemaah haji ke tanah suci.

Lukman telah menekuni usahanya sejak awal 2012, di kala pernikahannya berusia satu tahun. Karena merupakan satu-satunya penjual bakso bakar di Bandara, ia memiliki banyak pelanggan.

Mungkin dengan cita-citanya sejak kecil untuk bisa haji, Allah mempermudah rezekinya. Dengan bantuan sang istri, dalam sehari Lukman mengaku mampu meraup omset Rp400.000 hingga Rp500.000.

Penghasilannya itu ia gunakan untuk kebutuhan keluarga, dan sebagian ia tabung untuk daftar haji. Dari tabungan setahun, ia bisa daftar haji pada akhir 2012.

“Penghasilan saya dari jualan saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagian saya sisihkan untuk tabungan haji. Akhirnya pada akhir tahun 2012 uang terkumpul dan saya segera daftar haji,” kata Lukman.

Lantaran dananya hanya cukup untuk satu orang, ia pun daftar haji sendiri tanpa sang istri. Ditanya perihal bekal untuk istri dan kelima anaknya, ia mengaku sudah memiliki tabungan yang cukup.

Bagi Lukman, jika ingin berhaji harus memiliki keinginan yang kuat, baik doa dan usaha. Sebagaimana orangtua Lukman yang mengajari doa haji sejak kecil.

“Bapak saya mengajari saya doa haji sejak kecil, walaupun saya dari keluarga sederhana. Setiap sholat saya selalu berdoa agar dimampukan haji,” ucap Lukman.

Menurut Lukman pula, siapa pun bisa haji apabila sudah ada niat dan dipanggil oleh Allah. “Tekad awal saya adalah saya ingin haji. Jangan menunggu kaya, tapi usahakanlah sejak dini,” tuturnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya