Tata Cara Puasa Syaban Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 22 Januari 2026 13:15 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Puasa Syaban adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat ditekankan menjelang Ramadhan, karena di bulan inilah Nabi Muhammad SAW disebut paling banyak berpuasa dibanding bulan lain selain Ramadhan. Puasa ini menjadi momentum melatih diri sekaligus mempersiapkan fisik dan ruhani menyambut puasa wajib sebulan penuh.

Dalil Anjuran Puasa Syaban

Rasulullah SAW dikenal sering berpuasa di bulan Syaban sebagaimana kesaksian Aisyah RA:

وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Tidaklah aku melihat Rasulullah lebih banyak berpuasa dalam satu bulan daripada puasanya di bulan Syaban.” (HR Bukhari dan Muslim).

Para ulama menjelaskan, memperbanyak puasa di bulan Syaban dianjurkan sebagai bentuk “rawatib” bagi Ramadhan, yaitu pemanasan sebelum memasuki puasa wajib.

Niat Puasa Syaban

Pada dasarnya niat puasa Syaban sama dengan puasa sunnah lain, yang penting hadir dalam hati untuk berpuasa karena Allah pada hari tersebut. Untuk kemudahan, umat Islam biasa membaca lafaz berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya‘bāna lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah Ta‘ala.”

Niat dibaca pada malam hari sampai sebelum zawal (tergelincir matahari), selama sejak fajar belum melakukan hal yang membatalkan puasa. Untuk yang baru menguatkan niat di siang hari, selama memenuhi syarat tersebut, puasanya tetap sah menurut mazhab yang membolehkan niat puasa sunnah sampai sebelum zawal.

 

Tata Cara Puasa Syaban

Pelaksanaan puasa Syaban secara umum sama dengan puasa sunnah lain:

  • Mengawali dengan niat ikhlas karena Allah, baik di dalam hati maupun dengan bacaan lafaz niat di atas.
  • Menahan diri dari makan, minum, dan pembatal lain sejak terbit fajar sampai terbenam matahari sebagaimana puasa pada umumnya.
  • Dianjurkan memperbanyak amalan pendukung: tilawah Al-Qur’an, sedekah, zikir, dan doa memohon ampunan serta kemudahan menuju Ramadhan.
  • Hari pelaksanaannya fleksibel: bisa Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (13–15 Syaban), atau hari-hari lain di bulan Syaban sesuai kemampuan, tanpa harus sebulan penuh.

Keutamaan Puasa Syaban

Beberapa keutamaan puasa Syaban yang disebutkan ulama di antaranya:

  • Menjadi sebab diperolehnya syafaat Nabi Muhammad SAW bagi orang yang mencintai dan mengikuti sunnahnya, sebagaimana dijelaskan Syekh Nawawi al-Bantani tentang orang yang berpuasa di bulan Syaban.
  • Menjadi sarana latihan dan persiapan ruhani, sehingga ketika masuk Ramadhan seorang Muslim sudah lebih terbiasa menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu.
  • Termasuk amalan yang mengisi “waktu lengah” banyak manusia, karena Syaban berada di antara Rajab dan Ramadhan; menghidupkan bulan ini menunjukkan kesungguhan ibadah.

Dengan memahami tata cara, niat, dan keutamaan ini, puasa Syaban dapat menjadi bekal penting menyambut Ramadhan secara lebih siap, tenang, dan penuh kesadaran spiritual.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya