JAKARTA - Di bulan Ramadhan ini, semakin banyak kesempatan bagi umat Islam untuk menambah pahala dan keberkahan. Salah satunya adalah dengan berdakwah melalui ceramah atau kultum singkat di depan majlis, terutama seusai sholat Subuh atau menjelang waktu berbuka puasa.
Berikut lima contoh materi kultum menarik yang bisa digunakan sebagai panduan untuk ceramah singkat
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah, puasa sering kita pahami sempit, hanya "pindah jam makan" dari siang ke malam. Padahal, menahan lapar haus saja belum lengkap jika mata, telinga, dan anggota tubuh lain masih memandang atau melakukan maksiat.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin mengklasifikasikan puasa menjadi tiga tingkatan. Puasa umum (shaumul umum) hanya menahan perut dan kemaluan dari makan, minum, hubungan badan. Puasa khusus (shaumul khusus) menjaga pancaindra—mata dari zina pandang, telinga dari ghibah, lisan dari dusta, tangan-kaki dari dosa. Puasa khususul khusus adalah puasa hati, menjauhi pikiran duniawi, fokus hanya kepada Allah.
Rasulullah SAW tegas: كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعَ وَالْعَطَشَ – "Banyak orang puasa hanya dapat lapar dahaga" (HR An-Nasa’i, Ibnu Majah). Puasa sempurna justru menahan seluruh tubuh dari maksiat seperti perut dari makanan.
Hadits lain peringatkan: خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ الْكَذِبُ وَالْغِيبَةُ وَالنَّمِيمَةُ وَالْيَمِينُ الْكَاذِبَةُ وَالْنَّظَرَ بِشَهْوَةٍ – "Lima hal membatalkan pahala puasa: dusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, pandang syahwat." (Riwayat Bidayatul Hidayah).