Kultum Ramadhan: Mengapa Perempuan Haid Tidak Boleh Berpuasa?

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 12 Maret 2026 16:30 WIB
Ustazah Jahidah Farhati. (Foto: YouTube/Okezone Vibes!)
Share :

JAKARTA - Ibadah puasa Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi setiap Muslim baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan dari kaum Hawa: mengapa perempuan yang haid dilarang untuk berpuasa? padahal puasa tidak mensyaratkan suci seperti sholat atau membaca Al-Quran.

Ustazah Jahidah Farhati dari Dompet Dhuafa memberikan penjelasan mengenai pertanyaan tersebut, sekaligus mengungkap hikmah di balik larangan tersebut. Simak kultum beliau yang telah ditayangkan di program IVTAR Ramadhan V-Radio.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah SWT yang melimpahkan nikmat sehat, sehingga kita masih bisa menunaikan puasa Ramadhan ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman.

Hari ini, mari kita renungkan kultum bertema "Mengapa Perempuan Haid Tidak Boleh Berpuasa?" Topik ini sering membingungkan kaum hawa. Mengapa haid larang puasa, padahal dalam Islam puasa tidak ada syarat suci. Orang yang terkena hadas kecil, hadas besar tetap boleh berpuasa. Ternyata, ada alasan-alasan di balik itu. Dalam kitab Khashiyah Al-Bujairimi dikatakan ulama berbeda pendapat.

 

Hikmah Larangan: Dua Pendapat Ulama

Dalam kitab Khashiyah Al-Bujairimi dikatakan ulama berbeda pendapat mengenai alasannya. Pendapat pertama: Tidak diketahui manusia. Ini bukti syariat Islam bukan buatan akal manusia, karena ada hal-hal yang tidak bisa diketahui oleh logika manusia. Justru ini tanda keagungan Islam.

Pendapat kedua adalah alasan yang bisa diketahui akal: kondisi tubuh wanita haid berubah. Hormon tak stabil, fisik lemah. Islam peduli kesehatan dan larangan ini bukan bentuk diskriminasi.

Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Al-Fatawa mengatakan: syariat Islam itu datang dalam prinsip keadilan. Bahkan berlebihan beribadah merupakan ketidakadilan dalam bentuk syariat. Islam datang dalam posisi di tengah, kita tidak boleh berlebihan, contoh kita dianjurkan mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.

Maka disini ada pemahaman yang unik, ketika orang berpuasa itu, dia dilarang untuk mengambil zat yang bisa menguatkan dirinya, maksudnya disini adalah dilarang makan, dilarang minum, maka otomatis juga dia dilarang untuk mengeluarkan zat kekuatannya.

Maka perempuan haib pada saat yang sama, dia itu menguatkan darah yang awalnya menjadi sumber kekuatannya. Karena itu apabila dia berpuasa, maka dia sudah melarang prinsip keadilan dalam syariat.

 

Jadi jangan sampai ini kita itu beribadah dengan logika, kita merasa kayaknya fine-fine aja, aku kuat kok puasa, walaupun dalam keadaan haid. Padahal ternyata ajaran Islam itu sudah meneliti, sudah lebih tahu, sudah memahami lebih jauh daripada yang mungkin otak kita pahami.

Ibadah Lain yang Bisa Dikerjakan Perempuan Haid di Bulan Ramadhan

Dan terlebih lagi, ada beberapa ibadah yang bisa dilakukan oleh perempuan ketika haid. Jadi tidak ketika kita haid, bukan berarti kita itu tertutup potensi pahalanya. Bukan. Tapi kita tetap bisa mendapatkan potensi pahala yang sama, namun dalam bentuk yang lain. Apasajakah itu?

Yang pertama ada opsi kita memperbanyak berzikir. Seperti mengucapkan istighfar, tahmid, tasbih, tahlil. Kita ucapkan ketika di bulan Ramadhan. Kemudian yang kedua adalah berdoa. Kita bisa memperbanyak baca-baca doa, bacaan-bacaan doa, baik dalam Al-Quran maupun tidak. Ini tetap diperbolehkan.

Kemudian yang ketiga adalah memperbanyak bersedekah. Memperbanyak bersedekah kepada orang lain. Kemudian yang keempat adalah mendengarkan kajian. Dan yang terakhir adalah memahami atau mengkaji tafsir Al-Quran. Jadi ternyata masih banyak potensi untuk perempuan haid beribadah di bulan Ramadhan.

 

Jadi tidak mesti bentuknya itu harus shaum, harus berpuasa. Tapi masih banyak amalan-amalan yang bisa kita lakukan untuk menjadi juara di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, bagi para perempuan haid, jangan sampai berputus asa, merasa ketika tidak saum, otomatis kita kalah, otomatis kita tidak mendapatkan pahala. Padahal sejatinya masih banyak potensi-potensi pahala yang bisa kita raih di bulan Ramadhan.

Semoga Allah mudahkan kita untuk senantiasa beramal soleh di bulan Ramadhan ini, senantiasa berlomba-lomba menuju kebaikan di bulan Ramadhan ini. Semoga Allah mudahkan.

Barakallahikum. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya