Kultum Ramadhan: Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 17 Maret 2026 11:57 WIB
Ilustrasi. (Foto: NU Online)
Share :

JAKARTA - Bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan berlalu, digantikan dengan bulan Syawal yang ditandai dengan perayaan Hari Idulfitri. Di penghujung Ramadhan, ibadah yang biasanya banyak dilakukan sejak awal bulan suci ini, kerap mulai berkurang, diambil alih oleh kesibukan menyambut lebaran, mulai dari perjalanan mudik, berbelanja untuk hari raya dan berbagai kegiatan lainnya.

Berikut kultum mengenai menghidupkan hati di penghujung bulan Ramadhan, sebagaimana dilansir dari NU Online.

Kultum Ramadhan 

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ramadhan ibarat tamu agung yang sedang mengemasi barang-barangnya, bersiap untuk pamit meninggalkan tuan rumah. Ada rasa haru yang menyelinap, namun sering kali rasa itu tertutup oleh hiruk-pikuk persiapan menyambut hari raya. Pasar-pasar ramai, dapur-dapur mengepul, dan suasana fisik tampak begitu hidup.  

Namun, di tengah gemerlap lampu dan suara takbir yang sebentar lagi menggema, ada satu pertanyaan senyap yang perlu kita tanyakan pada diri sendiri: Apakah hati kita benar-benar hidup, atau hanya suasana di sekitar kita yang hidup?  

Puasa bukan sekadar menahan lapar dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah ruhani yang tujuan utamanya adalah ihyaul qalb, menghidupkan hati yang mungkin selama sebelas bulan sebelumnya mati suri akibat kelalaian dan dosa.  

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya