Tata Cara Sholat Hajat dan Doa untuk Memohon Pertolongan

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 19 April 2026 12:10 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Setiap manusia pasti pernah menghadapi kesulitan, harapan, atau keinginan besar yang ingin diwujudkan. Sebagai hamba yang lemah, umat Islam diajarkan untuk memohon bantuan Allah SWT, salah satunya melalui sholat sunnah Hajat dan doa. Sholat Hajat adalah sarana spiritual khusus bagi seorang Muslim untuk menyampaikan kebutuhan spesifiknya kepada Allah SWT.

Landasan Dalil Sholat Hajat

Anjuran melaksanakan sholat Hajat bersumber dari hadits Rasulullah SAW. Berdasarkan riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda mengenai tata cara bagi mereka yang memiliki keperluan:

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ فَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

Man kaanat lahu ilallaahi haajatun au ilaa ahadin min banii aadama falyatawadldla' falyuhsinil wudluu'a tsumma liyushalli rak'ataini.

Artinya: "Barangsiapa yang mempunyai keperluan (hajat) kepada Allah atau kepada salah seorang manusia, maka hendaklah ia berwudhu dengan sebaik-baiknya wudhu, kemudian sholat dua rakaat." (HR. Tirmidzi).

Tata Cara Pelaksanaan

Sholat Hajat dilakukan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, dengan salam di setiap dua rakaat. Sholat ini dapat dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat. Namun, waktu paling mustajab adalah pada sepertiga malam terakhir.

Berikut adalah langkah-langkah pelaksanaannya:

 1. Niat dan Persiapan

Luruskan niat di dalam hati semata-mata karena Allah SWT untuk memohon pertolongan-Nya.

Bacaan Niat:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal haajati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala."

2. Takbiratul Ihram dan Iftitah

Memulai sholat dengan Takbiratul Ihram, dilanjutkan dengan membaca doa Iftitah. Doa ini merupakan pujian awal sebelum masuk ke inti surat.

 

3. Rakaat Pertama

Membaca Surat Al-Fatihah.

Membaca surat pendek. Berdasarkan anjuran para ulama dan keterangan praktis keagamaan, disarankan membaca Ayat Kursi (sebanyak 1 kali atau lebih) atau Surat Al-Kafirun untuk memperkuat ketauhidan.

4. Gerakan Ruku’ hingga I’tidal

Lakukan gerakan ruku’, i’tidal (bangun dari ruku’), dan sujud pertama dengan tuma'ninah (tenang dan tidak terburu-buru).

5. Rakaat Kedua

Membaca Surat Al-Fatihah.

Membaca surat pendek. Sangat dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas sebagai simbol kemurnian permohonan kepada Allah yang Maha Esa.

6. Keistimewaan Sujud Terakhir

Ini adalah bagian yang sangat krusial dalam sholat Hajat. Setelah melakukan gerakan standar, pada sujud terakhir sebelum Tahiyat, berdiamlah sejenak. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa posisi paling dekat antara hamba dan Tuhannya adalah saat sujud.

Perbanyaklah membaca tasbih: Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.

Sampaikanlah keinginan atau curahan hati Anda di dalam hati dengan penuh kerendahan diri (khauf) dan harapan (raja’).

 

7. Tahiyat Akhir dan Salam

Selesaikan rakaat dengan duduk tahiyat akhir, membaca syahadat dan sholawat, lalu diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.

8. Dzikir Pasca Sholat

Setelah salam, jangan langsung beranjak. Berdiamlah dalam posisi duduk untuk membaca istighfar sebanyak 33 atau 100 kali, memuji Allah, dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar doa lebih mudah terangkat ke langit.

Doa Sholat Hajat

Setelah salam, bacalah dzikir dan sholawat nabi. Kemudian, bacalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam literatur fikih dan artikel keislaman Okezone.com:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim, subhaanallaahi rabbil 'arsyil 'azhiim. Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiin. As-aluka muujibaati rahmatik, wa 'azaaima maghfiratik, wal ghaniimata min kulli birrin, was salaamata min kulli itsmin. Laa tada' lii dzanban illaa ghafartah, wa laa hamman illaa farrajtah, wa laa haajatan hiya laka ridlan illaa qadlaitahaa yaa arhamar raahimiin.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Lembut lagi Maha Mulia. Maha Suci Allah, Tuhan Pemilik Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-Mu sebab-sebab rahmat-Mu, tekad ampunan-Mu, keuntungan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa bagiku melainkan Engkau ampuni, janganlah ada kesedihan melainkan Engkau lapangkan, dan janganlah ada hajat yang Engkau ridhai melainkan Engkau kabulkan, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih."

Melaksanakan sholat Hajat bukan sekadar ritual meminta, melainkan bentuk kepasrahan total (tawakkal) kepada Allah SWT. Dengan hati yang tenang dan penuh harap, niscaya setiap doa yang dipanjatkan akan mendatangkan ketenangan jiwa dan solusi terbaik dari-Nya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya