Khutbah Jumat: Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 08 Mei 2026 10:43 WIB
Ilustrasi.
Share :

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hati adalah pemimpin dan pengendali bagi seluruh anggota badan. Hati merupakan organ paling mulia dalam diri manusia. Seluruh anggota tubuh tidak akan melakukan apa pun kecuali atas perintah hati. Jika hati seorang hamba baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya, mulai dari telinga, mata, mulut, lidah, tangan, kaki, perut, hingga kemaluannya.

Pengaruh kebaikan hati akan tampak pada seluruh anggota badan tersebut. Namun, jika hati rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya, dan dampak kerusakan hati akan terlihat pada anggota badan itu.

Hal ini karena sebelum seseorang melakukan suatu perbuatan, baik maupun buruk, terlebih dahulu muncul tekad dalam hatinya. Kemudian hati memberikan arahan kepada anggota badan, lalu anggota badan bergerak melaksanakan perbuatan tersebut. Maka tindakan anggota badan hanyalah ungkapan dan ekspresi dari apa yang telah diniatkan di dalam hati.

Allah menjadikan anggota badan tunduk dan patuh kepada hati. Apa pun yang bercokol di dalam hati akan tampak pada anggota badan dan diwujudkan sesuai kehendak hati. Jika hati baik, maka yang dilakukan anggota badan pun akan baik. Begitu pula sebaliknya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut hati dengan istilah mudhghah, yakni segumpal daging sebesar sesuatu yang dapat dikunyah seseorang. Hal ini mengisyaratkan bahwa hati mempunyai ukuran kecil, namun memiliki peran dan kedudukan yang sangat besar.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita berusaha menyucikan hati, menjaganya dari berbagai kotoran, serta membersihkannya dari penyakit-penyakit hati agar hati menjadi lurus, terdorong menuju kebaikan, dan mampu menahan diri dari keburukan. Dengan demikian, kita akan memiliki penghalang dalam batin yang mencegah diri dari kemungkaran serta terbiasa memperbanyak amal kebajikan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di antara penyakit hati adalah ragu terhadap Allah, baik mengenai keberadaan-Nya, keesaan-Nya, sifat Maha Kuasa-Nya, sifat Maha Bijaksana-Nya, keadilan-Nya, maupun ilmu-Nya. Semua itu dapat merusak iman dan mengeluarkan seseorang darinya.

Penyakit hati lainnya adalah riya’, yaitu melakukan ketaatan agar dipuji orang lain, bukan dengan niat ikhlas karena Allah. Begitu juga dengki (al-hiqd), yaitu memendam permusuhan terhadap sesama Muslim disertai tindakan untuk mewujudkan permusuhan tersebut, seperti berusaha memukulnya, memenjarakannya tanpa hak, atau bentuk kezaliman lainnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya