Apa yang Harus Dilakukan Saat Batal Wudu di Tengah Tawaf? Berikut Penjelasannya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Sabtu 16 Mei 2026 18:16 WIB
Ilustrasi.
Share :

Diriwayatkan:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُفْيَانَ أَنَّهُ كَانَ جَالِسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، فَجَاءَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْ قُرَيْشٍ فَقَالَتْ: يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ، إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَطُوفَ بِالْبَيْتِ، فَإِذَا أَنَا بَلَغْتُ بَابَ الْمَسْجِدِ هَرَاقَ عَلَيَّ الدَّمُ، فَرَجَعْتُ حَتَّى إِذَا ذَهَبَ ذَلِكَ عَنِّي أَتَيْتُ، فَإِذَا أَنَا بَلَغْتُ بَابَ الْمَسْجِدِ هَرَاقَ عَلَيَّ الدَّمُ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ: إِنَّمَا ذَلِكَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَاغْتَسِلِي ثُمَّ اسْتَثْفِرِي بِثَوْبٍ، ثُمَّ طُوفِي (رواه مالك في الموطأ)

Artinya: “Dari ‘Abdullah bin Sufyan, bahwa ia sedang duduk bersama ‘Abdullah bin ‘Umar. Lalu datang seorang perempuan dari Quraisy seraya berkata: “Wahai Abu ‘Abdurrahman, sesungguhnya aku ingin melakukan tawaf di Baitullah. Namun setiap kali aku sampai di pintu masjid, darah keluar dariku, sehingga aku kembali pulang. Lalu ketika darah itu berhenti, aku datang lagi. Tetapi ketika aku sampai di pintu masjid, darah itu keluar lagi.” Maka ‘Abdullah bin ‘Umar berkata: “Sesungguhnya itu hanyalah gangguan dari setan. Maka mandilah, lalu ikatlah dengan kain (sebagai pembalut), kemudian lakukanlah tawaf.” (HR Malik dalam al-Muwaṭṭa’).

Riwayat ini menunjukkan bahwa najis yang sulit dihindari tidak otomatis menggugurkan ibadah, selama seseorang telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kebersihan dan kesuciannya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya