Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamaah Pakai Ihram Sejak di Madinah

Ahmad Dani , Jurnalis-Rabu, 20 Oktober 2010 |13:58 WIB
Jamaah Pakai Ihram Sejak di Madinah
Ilustrasi (Dok. Okezone)
A
A
A

MADINAH - Enam kloter dijadwalkan pagi ini akan diberangkatkan menuju Makkah. Para jamaah haji tersebut digeser ke Makkah untuk persiapan melaksanakan ibadah umroh dan wukuf di Arafah pada pertengahan November mendatang.

"Cara itu untuk melancarkan perjalanan jamaah haji. Selain itu untuk menghindari keruwetan dan kekacauan selama mengambil miqot di Birr Ali," kata Kepala Daerah Kerja Madinah, Subakin Abdul Muthalib saat dikonfirmasi wartawan, di Madinah, Rabu (20/10/2010).

Miqot adalah batas untuk memulai mengerjakan ibadah haji atau umrah. Dalam hal ini miqot ada dua yaitu: miqot zamani, ketentuan batas waktu mengerjakan haji dari 1 Syawal sampai menjelang terbit fajar tangal 10 Dzulhijjah. Kedua, miqot makani ialah ketentuan batas tempat memulai ihram haji atau umrah.

Selain memakai ihram dari pemondokan, jamaah juga akan melaksanakan miqot di kawasan Bir Ali sebelum masuk ke Makkah. Diketahui jarak antara Madinah ke Birr Ali sekira 20 menit perjalanan darat. Selain itu juga diharapkan para jamaah sudah melakukan mandi sunnah ketika di pemondokan.

Sebab, Panitia Haji Indonesia sering mendapat teguran dari pihak muassasah (pemondokan) dikarenakan terlalu lamanya waktu yang dihabiskan oleh jamaah haji Indonesia selama di Birr Ali.
 
"Hitung saja, berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh kira-kira 450 jamaah per satu kloter, jika mereka semua harus mandi dan berganti pakaian Ihram di Birr Ali. Akan lebih praktis jika mereka hanya mampir untuk salat dan memulai niat dengan mengambil miqot di sana, kemudian langsung melanjutkan perjalanan," tandas Subakin.
 
Sementara itu Wakadaker bidang bimbingan ibadah, Asnawi Muhammadiyah menyatakan bahwa urusan kesiapan jamaah sejak dari pondokan, bukan hanya urusan masaqqoh (kerepotan) semata. Kesiapan jamaah sejak dari pemondokan adalah sunnah Rasulullah yang semestinya diikuti oleh para jamaah hingga saat ini.
 
"Dari dulu Rasulullah SAW beserta para sahabatnya, ya mengambil miqot di Birr Ali, tapi sudah mempersiapkan segala sesuatunya sejak di Madinah. Bukan kok semuanya baru dipersiapkan sejak di Birr Ali itu," tandas Asnawi.

(Muhammad Saifullah )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement