MADINAH - Kepala Daker Madinah PPIH Arab Saudi, Muhammad Khanif mengatakan, jamaah haji Indonesia gelombang awal yang kini berada di Madinah akan diberangkatkan ke Makkah pada 26 Juli. Selanjutnya, mereka akan bergabung dengan jamaah lain untuk melaksanakan Arafah, Mina dan Muzdalifa (Armina).
Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan jamaah sebelum menuju Makkah, yakni kelengkapan dokumen perjalanan yang nanti akan dicek petugas. "Ini jadi tugas ketua kloter dan perangkat kloter akan menuju ke muasasah (pengelola haji Arab Saudi) untuk mengecek dokumen perjalanan mereka,” kata Khanif di Madinah.
Dengan pemeriksaan itu, akan dicocokkan jamaah tertentu semestinya berada di rombongan nomor berapa, bus nomor berapa, dan lokasi pemondokan. Sehingga, nanti ketika jamaah haji pada saatnya akan berangkat ke Makkah, dokumen paspor sudah sesuai dengan rombongan masing-masing dan sesuai dengan jumlah jamaah pada rombongan tersebut.
Menurut Khanif, untuk perjalanan ke Makkah, akan dilakukan pagi hari, tidak boleh di malam hari. "Pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan tak boleh dilakukan perjalanan malam hari dari Madinah ke Makkah. Hal itu guna mengecilkan potensi terjadinya hal-hal yang membahayakan penumpang seperti kecelakaan akibat sopir mengantuk," tuturnya.