Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prosesi Haji Aman Dengan Crowd Management Mutakhir

Antara , Jurnalis-Senin, 13 Agustus 2018 |11:12 WIB
Prosesi Haji Aman Dengan <i>Crowd Management</i> Mutakhir
Ilustrasi Foto/Ist
A
A
A

Teknologi digital Saat pelaksanaan ritual haji, tiga juta orang akan bergerak bersama dari satu tempat ke tempat lain melalui jalur-jalur yang luasnya sangat terbatas.

Kepala Pasukan Khusus Keamanan Masjidil Haram, Mayor Jenderal Abdullah bin Mohammad Al-Aseemi menekankan bahwa hal yang sangat krusial dalam pergerakan jamaah haji tersebut adalah ketika ada dari mereka yang berhenti walau hanya beberapa detik.

"Karena itu misi kami adalah mengendalikan kecepatan pergerakan jamaah dengan memerhatikan setiap detail di setiap titik, termasuk di setiap pintu-pintu masuk masjid," kata dia, seraya menambahkan pasukan khusus tersebut juga memastikan agar setiap individu menjalankan seluruh ritual dengan disiplin dan mematuhi aturan yang berlaku.

Mayjen Al-Assemi menambahkan bahwa jika terjadi kemacetan di suatu titik, maka dalam hitungan detik pasukan khusus tersebut akan segera mendatangi lokasi itu dan memulihkan kondisi dalam waktu singkat.

Salah satu tempat keramaian yang menjadi perhatian besar dari pasukan khusus keamanan adalah saat jamaah haji berada di Jamarat untuk melempar jumrah.

Mayjen Al-Assemi menjelaskan bahwa pusat kendali keamanan terus memantau jumlah jamaah haji yang datang di Jembatan Rami al-Jamarat untuk melaksanakan ritual melempar jumrah, yakni ritual melempar tujuh butir kerikil ke arah tiang yang menyimbolkan setan.

Kini, jembatan tersebut terdiri dari lima lantai yang salah satunya disediakan khusus bagi jamaah yang berkebutuhan khusus.

Di pusat kendali, pasukan khusus memantau kehadiran mereka melalui layar-layar monitor yang menampilkan setiap gerak dan penambahan jumlah jamaah. Hal ini dilakukan guna memastikan jamaah haji selalu dalam kondisi aman dan nyaman, serta mencegah mereka dari potensi kecelakaaan.

Selain di Jamarat, ritual mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali atau tawaf juga merupakan kegiatan haji yang selalu dalam pengawasan pasukan khusus secara detil. Teknologi elektronik yang dipasang di Kompleks Masjidil Haram akan memantau pergerakan 170.000 jamaah yang melaksanakan tawaf per jam.

Saat mataf (daerah di sekitar Ka'bah untuk melaksanakan tawaf) terisi penuh, keramaian akan digeser ke lantai pertama, di mana tersedia pula jalur khusus bagi orang-orang cacat dan lanjut usia. Untuk memastikan pergerakan jamaah berjalan tertib dan menghindari kepanikan, pintu internal dan eksternal terpisah yang terdapat di mataf dikendalikan pasukan khusus dengan sistem elektronik.

Dengan bertambahnya jumlah jamaah haji dari tahun ke tahun, pasukan khusus keamanan di Masjidil Haram juga bertugas membantu jamaah haji yang berkebutuhan khusus dan lanjut usia guna memastikan mereka dapat menunaikan seluruh ritual haji dengan aman dan nyaman.

Upaya yang dikerahkan oleh Pemerintah Kerajaan dalam melayani para tamu Allah di Baitullah selama musim haji tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Visi Arab Saudi 2030 yang ingin menjadikan Saudi sebagai jantung dunia Islam.

(Rachmat Fahzry)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement