Hipoglikemia bisa menjadi ancaman bagi para pasien diabetes tipe 2. Risiko ini meningkat hingga 7,5 kali lipat sepanjang bulan Ramadan.
Hipoglikemia adalah gangguan kesehatan yang terjadi ketika kadar gula dalam darah berada di bawah normal, yaitu kurang dari 70 mg/dL. Gejala hipoglikemia adalah jantung berdebar, gemetar, kelaparan, keringat dingin, cemas, lemas, kesulitan mengontrol emosi dan konsentrasi, serta kebingungan.
Pada tahap berat (kadar glukosa <50mg/dL) pasien dapat kehilangan kesadaran, kejang, koma, gangguan fungsi pembuluh darah hingga kontraksi detak jantung yang berujung pada kematian.
Hasil studi EPIDIAR pada tahun 2001 di 13 negara dengan populasi muslim yang besar dengan sampel sebanyak 12.914 orang menunjukkan setidaknya 79% dari sampel tersebut menjalani ibadah puasa saat Ramadan.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan, selama Ramadan terjadi peningkatan insiden hipoglikemia yang signifikan pada pasien diabetes tipe 2.