Share

Puasa Tekan Jumlah Penderita Kanker di Timur Tengah, Dokter Amerika Ini Ungkap 5 Buktinya

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Senin 07 Februari 2022 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 614 2543539 puasa-tekan-jumlah-penderita-kanker-di-timur-tengah-dokter-amerika-ini-ungkap-5-buktinya-73jqVAqm1s.jpg Ilustrasi jumlah penderita kanker di Timur Tengah sangat rendah berkat puasa. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT kanker bisa dibilang sebagai momok yang menakutkan bagi sebagian besar orang di dunia. Tapi tahu kah Anda bahwa negara-negara Timur Tengah memiliki jumlah penderita kanker yang lebih rendah dibandingkan Amerika maupun Eropa?

Menurut Dokter Eric Berg DC, spesialis healthy ketosis and intermittent fasting, menjabarkan sebuah data dari penderita kanker di Timur Tengah. Contohnya di Saudi Arabia, dari 100.000 hanya 96 orang yang mengidap kanker.

Baca juga: Heboh Doddy Sudrajat Akan Pindahkan Makam Vanessa Angel, Ini Hukumnya Menurut Islam 

Selanjutnya ada Oman dengan 104 dari 100.000 orang, Qatar 107 dari 100.000 orang, UEA 107 dari 100.000 orang, dan Kuwait 116 dari 100.000 orang.

Ketika dibandingkan negara lain seperti Australia dengan 486 dari 100.000 orang, jumlah tersebut relatif lebih kecil. Ya, Australia disebut oleh dr Berg menempati urutan pertama pengidap kanker.

Urutan kedua ada Irlandia yaitu dari 100.000 sekitar 347 orang mengidap kanker. Ketiga ada Hungaria dengan 368 dari 100.000, dan keempat ada Amerika 352 dari 100.000 orang.

Info grafis anak puasa Ramadhan. (Foto: Okezone)

Lantas, mengapa Timur Tengah bisa memiliki jumlah pasien kanker yang relatif lebih rendah? Puasa Ramadhan adalah jawabannya. Menurut dr Berg, puasa di bulan Ramadhan berperan penting dalam mencegah kanker.

"Ramadhan termasuk jenis puasa intermitten hanya selama satu bulan dan menghasilkan penurunan tingkat kanker. Ini sangat luar biasa," ujar dr Berg, seperti dikutip dari kanal YouTube dr Eric Berg DC, Senin (7/2/2022).

Ada beberapa alasan yang dijelaskan oleh dr Eric Berg terkait puasa mampu mencegah penyakit, berikut penjelasannya.

Baca juga: Abu Nawas Lebih Hebat dari Jin Ifrit, Istana Raja Bisa Dipindah ke Atas Gunung 

1. Puasa membuat sel kanker kelaparan

Dokter Eric Berg mengatakan sel kanker memiliki 5–10 insulin reseptor lebih banyak dibandingkan sel normal. Hal ini berarti sel kanker memiliki sifat rakus pemakan glukosa.

"Karena dia memiliki lebih banyak reseptop untuk memakan glukosa," kata dr Eric Berg.

Dalam mediagnosis kanker umumnya bisa melalui PET Scan. Adapun PET Scan sendiri mengidentifikasi area tubuh yang memiliki metabolisme tinggi terhadap kanker.

"Jadi kanker sangat suka dengan gula, maka ketika berpuasa Anda tidak makan gula," tambahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Puasa menstimulasi autopaghy

Menurut dr Eric Berg, puasa mampu menstimulasi autopaghy yaitu kondisi yang membantu daur ulang protein usang dan rusak. Hal ini akan membantu dalam mendaur ulang semua bagian yang rusak, termasuk mitokondria.

"Jika dilihat apa itu kanker sebenarnya, kanker adalah rusaknya mitokondria Anda. ketika mitokondria rusak, ia akan mengadaptasi sistem metabolismenya untuk mengurai energi. Ia mempresentasikan glukosa," kata dr Eric Berg.

Ketika berpuasa akan memungkinan terpicunya proses autophagy dan mendaur ulang mitokrondia yang rusak. Dengan demikian hal ini dapat menurunkan risiko terkena kanker.

Baca juga: Gara-Gara Pemilu, Pemuda Belanda Ini Mantap Masuk Islam 

3. Menumbuhkan sel imun baru

Berpuasa diyakini mampun memperkuat sistem imun. Dokter Eric Berg menjelaskan imun sistem bertambah kuat dengan menghasilkan set-T pembunuh yang secara langsung membunuh kanker dan virus.

"Anda juga akan menstimulasi pembantu set-T yang secara tidak langsung membantu mengurangi kanker," ujar dr Eric Berg.

4. Puasa membantu menghilangkan inflamasi

Sel kanker cenderung menyebar dan menyebabkan inflamasi. Untuk itulah dr Eric Berg menyarankan untuk berpuasa. Pasalnya, puasa dianggap ampun sebagai anti-inflamasi sehingga mengurangi risiko penyebaran kanker.

Baca juga: Kisah Kepala Polisi London Jadi Mualaf Gara-Gara Novel yang Menghina Islam 

5. Puasa meningkatkan jaringan antioksidan

Selanjutnya, menurut dr Eric Berg, puasa dapat meningkatkan jaringan antioksidan. Hal inilah yang melindungi tubuh seseorang dari radikal bebas seperti kerusakan mitokondria.

"Ia meningkat dan bertambah ketika anda berpuasa, ini juga yang menurunkan risiko Anda terkena kanker," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini