nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Umat Muslim Harus Berpuasa di Bulan Ramadan?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 07 Mei 2019 03:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 06 614 2052294 mengapa-umat-muslim-harus-berpuasa-di-bulan-ramadan-nEeswolfAb.jpg Ilustrasi (Foto: AboutIslam)

BULAN suci Ramadan 1440 H sudah tiba. Ibadah puasa pun telah dijalani oleh umat Muslim di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Di bulan ini, seluruh umat Muslim melaksanakan ibadah puasa wajib selama kurang lebih 30 hari atau sebulan lamanya. Dilengkapi bersama ibadah lainnya, yakni salat tarawih di setiap malam.

Bicara soal puasa wajib di bulan suci Ramadan, mungkin sebagian orang masih bertanya-tanya dan merasa bingung. Mengapa di bulan ini seluruh umat Muslim yang mampu dan memenuhi syarat, wajib hukumnya untuk berpuasa?

Pertanyaan di atas, coba untuk dijelaskan oleh Ustadz M Najmi Fathoni dalam tayangan tausiah Ramadan bersama Okezone. Pertama dijelaskan oleh Ustaz, perintah akan berpuasa bagi umat Muslim ini tertera jelas pada salah satu firman Allah SWT.

“Di dalam Alquran sendiri Allah berfirman, Allah wajibkan kepada yang beriman untuk berpuasa. Di ujungnya Allah gunakan la'ala, yang artinya ada harapan di sana. Semoga semoga mudah-mudahan kita semua yang berpuasa ini ujungnya bisa menjadi orang yang bertakwa,” jelas Ustaz M Najmi Fathoni.

 Baca Juga: Perbanyak Istighfar saat Puasa agar Makin Disayang Allah

Dijelaskan lebih lanjut, sejatinya perintah wajib berpuasa di bulan Ramadan ini memiliki makna yang sangat dalam. Perintah berpuasa ini dihadirkan sebagai bentuk pelatihan untuk setiap umat Islam agar bisa bertakwa dan pastinya menahan diri dari hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

“Sangat dalam ini maknanya, 'la alakum ttatakun' . Puasa ini didesain sama Allah SWT sebagai bentuk training, madrasah, alias latihan. Rasulullah SAW juga menjelaskan, puasa itu tameng ini proses menuju pendidikannya. Contoh kita lihat, misal di antara kita ada yang ngomong sembarangan, langsung kita mengingatkannya, 'puasa jangan ngomong sembarangan'. Sebelas bulan sebelumnya ngomong blas aja sembarangan. Nah, ketika bulan Ramadan kita mendengar ada yang ganjil di telinga kita, kita mengingatkan eh ingat kita puasa, ini jadi rem,” tambahnya.

Sehingga, hakikatnya maka diharapkan di satu bulan Ramadan ini kita bisa mengerem alias menahan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat, di sini lah proses latihannya. Sebab puasa yang memberikan bekas adalah adanya sebuah kesadaran dari dalam diri, bahwa di setiap bicara, setiap tingkah laku, setiap aktivitas kita, apapun itu disaksikan dan didengar oleh Allah. Di satu sisi mungkin memang terasa berat, namun diharapkan jika kita berlatih secara berkelanjutan, akhirnya kita para umat Muslim bisa menjadi orang yang bertaqwa.

 Baca Juga: Cegah Dehidrasi, Begini Aturan Minum Air Putih yang Benar saat Sahur dan Buka Puasa

Dalam kesempatan yang sama, Ustadz M Najmi Fathoni. juga menjelaskan bahwa berpuasa sejatinya adalah ibadah yang sifatnya rahasia karena berbeda dengan ibadah seperti salat dan sedekah, di mana orang lain bisa melihatnya dengan jelas karena ada gerakan yang bisa terlihat. Berbeda dengan puasa yang tidak ada seorang pun, kecuali Allah SWT yang mengetahuinya.

“Puasa itu sifatnya ibadah yang rahasia, kalau puasa? Siapa yang menyangka, enggak ada yang tahu. Itulah kenapa Allah dalam hadits-Nya menyebutkan, 'Puasa itu untukku dan aku sendiri yang akan membalasnya'. Hal yang membuat kita bertahan bisa menahan diri, karena ada sebuah kesadaran ketika kita minum dan makan ada yang menyaksikan. Nah oleh karena itu, Ramadan merupakan pembelajaran untuk kita semua, sebuah training yang dipersiapkan Allah selama satu bulan, proses pembiasan sebab habit dibangun dari proses pola pembiasaan,” pungkas Ustaz M Najmi Fathoni.

Sehingga dengan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan, ada harapan selama kita berpuasa kita bisa menjaga diri dari hal-hal yang tidak baik. Mulai dari lisan, pandangan dan perbuatan yang tidak baik. Ketika sudah terbiasa selama 30 hari maka harapannya ketika Idulfitri, kita terlahir dengan pribadi yang baru dan derajat mutaqqin yang baru, karena telah mendapatkan pendidikan, training dan latihan dari Allah SWT secara langsung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini