Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Meredam Amarah Berdasarkan Hadist Nabi, Ini Penjelasan Medisnya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Minggu, 12 Mei 2019 |07:33 WIB
   Cara Meredam Amarah Berdasarkan Hadist Nabi, Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KITA semua tahu betul yang namanya berpuasa itu menahan lapar, haus dan hubungan badan dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Kemudian, Anda juga selama berpuasa diharapkan bisa menjaga hawa nafsu, amarah, dan keinginan untuk melakukan tindakan negatif ke makhluk lain.

Sebab, pada dasarnya, berpuasa itu menjaga tubuh dari perbuatan tercela, amarah dan mengatur asupan makanan yang mungkin di bulan-bulan sebelumnya Anda terlalu 'rakus'. Manfaat puasa lainnya pun masih banyak dan tentunya ini bisa membuat Anda menjadi seseorang yang lebih baik.

Nah, berkaitan dengan puasa diharapkan orang yang berpuasa senantiasa menjaga amarah, apakah Anda tahu alasannya apa?

Amarah ternyata membawa dampak luar biasa untuk badan dan pikiran Anda. Untuk hal ini, Rasulullah ternyata punya jawabannya.

Baca Juga: Inilah Hukum Mencium Istri saat Puasa

Dalam buku berjudul "Buku Pintar Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah" karya Dr. Nadiah Thayyarah, Rasulullah bersabda,

"Amarah termasuk setan dan setan tercipta dari api. Api hanya bisa dipadamkan dengan air. Jika seseorang dari kalian marah, maka hendaknya dia berwudu." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Nabi juga bersabda,

"Amarah adalah warna merah pada hati. Pernahkah kau lihat pembekakan uratnya dan warna merah pada kedua matanya? Jika salah seorang dari kalian mendapati hal itu pada dirinya sedang dia berdiri, maka hendaknya di duduk. Dan jika dia duduk, maka hendaknya dia dia berwudhu dengan air dingin atau mandi, karena api tidak bisa dipadamkan kecuali dengan air." (HR. Tirmidzi).

Dalam keterangan lain, ketika amarah itu muncul, maka disarankan untuk bersujud. Sebab, sujud dikatakan bisa menguatkan jantung.

Baca Juga: Intip Gaya Hidup Ustaz Abdul Somad yang Bisa Dijadikan Teladan

Pada posisi sujud, jantung menjadi tegak dengan kemiringan hingga 45 derajat. Saat itu, jantung tidak perlu mengerahkan energinya untuk memompa darah, karena dia akan mengalirkan darah ke bawah secara spontan.

Jadi, saat amarah muncul baik saat berpuasa atau tidak, sebaiknya segera berwudu dan salat. Ini dipercaya bisa menenangkan hati Anda kembali.

Dalam dunia medis, kedokteran modern sepakat amarah timbul dari suhu yang panas, sekresi keringat, dan perasaan tertekan. Oleh sebab itu, wudu dipercaya dapat meringankan gejala-gejalanya dan menenangkan sistem saraf.

Berbagai percobaan ilmiah juga membuktikan kalau amarah dapat menimbulkan peningkatan sekresi kelenjar adrenal sehingga menyebabkan peningkatan suhu tubuh.

Sungguh benar Nabi saat beliau bersabda,

"Amarah itu dari setan dan setan dari api". Hadis tersebut tidak semata-mata dianggap sebagai majaz atau perumpamaan, tetapi menunjukan hakikat ilmiah!

Dengan begitu, saat Anda berpuasa dan muncul amarah atau emosi negatif dalam diri, sebaiknya segera ingat Allah SWT dan menyegerakan wudu atau setidaknya duduk.

Setelah itu, salat karena dapat membuat emosi negatif tersebut lenyap dari diri Anda. Bukankah hal semacam ini lebih baik dibandingkan membuang energi secara cuma-cuma dengan mengumpat amarah.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement