nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sahabat Nabi yang Disebut di Alquran, dari Budak Jadi Anak Angkat

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 12 Mei 2019 02:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 12 614 2054573 sahabat-nabi-yang-disebut-di-alquran-dari-budak-jadi-anak-angkat-H7XmZkaTyS.jpg

SEPANJANG hidupnya Nabi Muhammad SAW memiliki banyak sahabat. Tapi hanya satu sahabat Nabi yang namanya diabadikan dalam Alquran, yaitu Zaid bin Haritsah.

Zaid merupakan pelayan setia serta sahabat Nabi. Dia memiliki nama lain yaitu Abu Usamah. “Jadi Zaid pada awalnya berasal dari bangsa Maula, Maula itu semacam budak. Karena pada waktu itu banyak penculikan, akhirnya hilang begitu saja, makanya Zaid itu ditemukan di Mekah, di pasar, karena cerdas, dibeli sama Rasulullah pada usia 10 tahun,” ujar Ustadz Riski Nugroho, Pengajar Pondok Pesantren Modern Nurul Hijrah, ketika ditemui Okezone.

Karena Rasulullah tertarik dengan Zaid, maka Rasulullah pun lapor kepada Khadijah, istrinya. “Jadi Rasulullah membantu Siti Khadijah, kemudian Rasulullah melihat Zaid. Karena cerdas, Rasulullah lapor ke Khadijah, kemudian tertarik nih Khadijah, lalu Khadijah memberi uang 700 dinar,” sambungnya.

Nama Zaid disebutkan dalam Alquran pada QS Al Ahzab (37): “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.”

Selain disebut dalam Alquran, Zaid bin Haritsah juga merupakan satu-satunya sahabat yang pernah menjadi anak angkat Rasulullah. Pada saat itu Zaid mendapat panggilan dengan Zaid bin Muhammad.

Karena hal tersebut, Allah menjelaskan dalam Alquran pada surah Al Ahzab ayat 5 yang artinya : “Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Ayat tersebut menjelaskan bahwa, meski anak angkat tetap dipanggil dengan nama ayahnya.

Sejarawan menggambarkan penampilan sahabat Nabi Zaid dengan tubuh yang pendek, mempunyai kulit gelap, serta mempunyai hidung yang tak mancung. Meski demikian, beliau merupakan muslim yang hebat. Beliau sudah bersama Rasulullah sejak usia belia.

Suatu ketika pada perang Tabuk, Nabi Muhammad pernah menyerahkan bendera Bani Najjar kepada Zaid yang sebelumnya dipegang oleh Umarah. Saat itu Umarah bertanya kepada Rasulullah, yang kemudian Rasulullah menjawab, “Alquran harus diutamakan, sedangkan Zaid lebih banyak menghafal Alquran dari pada engkau”

Dihimpun dari berbagai sumber, pada saat itu Zaid bin Haritsah dijadikan Rasulullah sebagai anak angkat. Hingga tiba waktunya menikah, Rasulullah pun mendatangi rumah Zainab binti Jahsy.

Zainab merupakan wanita yang memiliki paras cantik, serta memiliki kedermawanan yang baik, yang juga berasal dari keluarga terhomat dari keturunan Quraish. Zainab binti Jahsy awalnya menolak lamaran dari Zaid bin Haritsah yang datang ke rumahnya bersama Rasulullah. Setelah Rasulullah dan Zainab berbincang, Akhirnya Zainab pun bertnya kepada Rasulullah “Apakah engkau Ridha dia menikahiku ya Rasulullah ?” Rasulullah pun menjawab “Iya”. Akhirnya mereka pun, (Zaid dan Zainab) menikah.

Dari hal tersebut, maka turun lah Firman Alllah SWT yang artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” QS. Al-Ahzab [33]: (36).

Rizki juga menjelaskan bahwa Awalnya Zaid Menikahi Zainab binti Jahsy, hal tersebut memang suruhan Rasulullah untuk dinikahi, jadi mau tidak mau Zainab Menerima lamaran Zaid, walaupun tidak suka juga terpaksa. Zainab yang berwatak keras nampaknya membuat Zaid tidak nyaman berumah tangga dengannnya. Hingga suatu ketika Zaid datang kepada Rasulullah dengan berkata “ Ya Rasulullah sesungguhnya Zainab berlisan keras terhadapku, aku ingin menceraikannya”. Dampak dari kejadian tersebut menjadikan Zaid dan Zainab bercerai.

“Tidak lama kemudian, Mungkin karena darah sana (Quraish) berwatak keras, akhirnya Zaid meminta izin kepada Rasulullah untuk menceraikan Zainab, akhirnya sama Rasulullah diizinkan,” ujar ustadz Rizki.

Setelah Zainab dan Zaid bercerai, akhirnya Rasulullah pun menikahi Zainab. Kisah sahabat Nabi Zaid yang dituangkan dalam Alquran, merupakan sebuah kisah yang mengajarkan agar tidak ada keberatan dari umat mukmin untuk menikahi mantan istri-istri dari anak angkat mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini