nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heboh Salat Tercepat, Sekarang Muncul Tarawih Terpanjang Selama 8 Jam

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 03:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 15 614 2055765 heboh-salat-tercepat-sekarang-muncul-tarawih-terpanjang-selama-8-jam-HBmouwwKl9.jpg Salat Tarawih Terlama (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

BELUM lama ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan salat tarawih tercepat yang dilakukan oleh umat muslim pada sebuah masjid di Blitar. Tak hanya pelafalan doanya saja yang cepat seakan dikejar-kejar maling, namun dari gerakan salatnya pun dilakukan dengan tempo yang sangat cepat.

Aksi salat ekspres pun turut menuai banyak komentar dari para netizen sejak diunggah di akun media sosial, Instagram beberapa waktu lalu. Namun, belum lama ini beredar kembali sebuah video yang memperlihatkan salat tarawih terlama yang pernah ada.

Sebagaimana diposting oleh @makassar_info, dalam video tersebut terlihat para jemaat dengan khusyuk menjalankan ibadah salat tarawih di dalam sebuah masjid. Uniknya mereka membutuhkan waktu sekira delapan jam dalam satu kali tarawih.

Kejadian ini berlangsung di Masjid Agung Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Kabarnya kegiatan salat tarawih berdurasi lama ini dilakukan setiap hari selama bulan ramadan.

Zaenal Abidin, selaku pengurus Pondok Pesantren Al Fatah mengatakan tidak ada yang berbeda dengan salat tarawih yang dilakukan di masjid yang satu ini. Jumlahnya masih tetap sama yakni 20 rakaat salat tarawih dan tiga rakaat salat witir.

Yang menjadi perbedaan adalah, dalam satu kali salat tarawih, para jamaah di masjid ini berhasil menyelsaikan bacaan satu mushaf Alquran. Panjangnya ayat Alquran yang dilafalkan para jamaah membuat ibadah salat tarawih ini berjalan dengan sangat lama.

Lebih lanjut, salat tarawih super lama ini biasanya digelar pada pukul 19.00 WIB atau sehabis salat Isya dan baru selesai keesokan harinya yakni sekira pukul 03.00 WIB atau lebih tepatnya pada saat waktunya sahur.

Tentunya bagi masyarakat biasa, salat tarawih ekspres ini bisa mengganggu kegiatan mereka pada siang hari, karena tidak adanya cukup waktu untuk beristirahat. Oleh sebab itu, para peserta salat tarawih ini kebanyakan berasal dari kalangan penghafal Alquran atau hafiz yang terdiri dari para santri dan pengajar di pondok tersebut.

Sejak diunggah dua hari yang lalu, video salat tarawih ini telah ditonton sebanyak 7.430 kali dan menuai banyak pro kontra dari masyarakat yang melihatnya.

"Tidak ada ajaran Rasulullah untuk tarawih seperti ini," tulis akun @ay.yam_.

"Yang sakit kaki juga bisa sembuh insya allah kalau sahalat di situ,Karena Ada seorang sahabat yang pernah kakinya waktu itu lumpuh dan akhirnya secara tidak sadar kakinya sembuh hanya karena shalat dengan bacaan ayat al quran yang panjang,Subahanallah," tulis akun @official.anndalifsptra21.

Sementara akun @muh.rial17 menulis: "8 jam sholat sdah bnyak yg ngeluh. Gimana klo di dalam kubur posisi sholatmu yang luar biasa lamanya."

View this post on Instagram

Penyelenggaraan tarawih di Masjid Agung Al-Fatah, Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, membutuhkan waktu sekitar delapan jam dalam satu kali tarawih. Salat tarawih di masjid yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al Fatah itu digelar setiap hari selama bulan Ramadan. Pengurus Pondok Pesantren Al Fatah, Zaenal Abidin, mengatakan salat Tarawih yang digelar di Masjid Al-Fatah jumlah rakaatnya sama dengan di masjid lain yaitu 20 rakaat salat tarawih dan tiga rakaat salat witir. Bedanya, tarawih di masjid ini menyelesaikan bacaan satu mushaf Alquran dalam satu kali salat tarawih. Dengan panjangnya ayat Alquran yang dibaca membuat waktu salatnya pun menjadi lama. "Jadi 30 juz di Alquran dibagi untuk 20 rakaat. Dengan empat rakaat salam. Jadi satu rakaat rata-rata 1 juz Alquran," jelas dia saat ditemui Solopos.com di Masjid Al-Fatah Temboro Magetan. Biasanya, salat tarawih dilaksanakan sehabis salat Isya sekitar pukul 19.00 WIB dan selesai keesokan harinya sekitar pukul 03.00 WIB atau tepat pada saat sahur. Peserta salat tarawih kebanyakan dari kalangan penghafal Alquran atau hafiz, mulai para santri Ponpes Al Fatah dan pengajar pondok tersebut. Zaenal menuturkan pada tanggal 1 hingga 15 Ramadan biasanya majelis salat Tarawih diikuti puluhan hingga ratusan santri. Namun, saat ini sebagian besar santri sudah pulang kampung sehingga hanya beberapa saja yang mengikuti salat tarawih yang bisa dikatakan super lama ini. Untuk imam salat pun ada empat orang sehingga selama 20 rakaat ada pergantian imam. Makmum salat tarawih itu pun harus menyimak secara seksama bacaan imam yang hafal Alquran. Terlihat beberapa makmum membawa mushaf Alquran saat salat. . "Sebenarnya Salat Tarawih ini untuk umum. Masyarakat luar juga bisa ikut. Tetapi, karena waktunya lama jarang warga umum yang bisa mengikuti," jelas dia. Sumber: liputan6.com

A post shared by MAKASSAR INFO (@makassar__info) on

 

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini